meet the cell

#genmanSUPERB

kembali dijembrengin (duh
bahasanya..), dikasi liat, digambarkan,
diterangkan, tentang makhluk kecil
bernama sel. nukleus, ribosom,
mitokondria, lisosom, semua organel
itu punya fungsi dan perannya masing-
masing di dalam organisasi sel, yang
tak bisa digantikan atau dikerjakan oleh
organel lain.

dan atas tiap fungsi yang diemban tiap organel itu, kesemuanya dituntaskan dengan amat baik, tidak pernah terlambat, dalam kecepatan yang amat mengagumkan, dan hasilnya sesuai request; tidak kurang dan tidak lebih.

why so? karena mereka dicipta
memang untuk fungsi itu. dan, tiada
lain yang harus ditunaikan satu
makhluk, kecuali untuk melaksanakan
tujuan Penciptanya menciptakannya.
“..kullun lahuu awwaab,” kesemuanya
itu sangat taat (kepada Allah) (Shaad
[38]: 19).

redaksi ‘sangat’ tadi menunjukkan
tingkat akurasi yang sangat tinggi dari
pencapaian tujuan penciptaan, which
means ngga lalai samasekali.
sedang kita, manusia?

“dan tiadalah Aku mencipta jin dan
manusia kecuali untuk beribadah
kepadaKu.” (Adz Dzariyat [51]: 56)

conclusion: sel aja ngerti, atas tujuan
apa dia ada. lalu ia mengerjakan yang
terbaik, benar-benar yang terbaik.
recommendation: ingat-ingat tentang
sel dalam berdiri, duduk, dan
berbaring 🙂
dan udah ada tuntunan tuk jadi
‘manusia seutuhnya’. baca, pahami,
dan jaga baik-baik dalam ingatan dan
perilaku.

*ternyata note-nya belum selesai
jumlah sel terus bertambah dalam
tubuh karena proses mitosis, dan
proses apoptosis membuatnya
berkurang. apoptosis, death of the cell, di mana sebuah sel seperti sudah
terprogram untuk ‘mati’.

‘reseptor kematian’ pada membran
plasma sel menerima sinyal untuk
mati, lalu dalam hitungan detik, enzim
kaspase teraktivasi dan:
1. merusak enzim yang mereplikasi
DNA
2. mengaktivasi enzim pemotong DNA
3. merobek sitoskeleton sel –> sel
kolaps
4. membuat mitokondria mensekresi
molekul yang memicu kinerja enzim
kaspase, mengakhiri pemasokan energi di dalam sel, dan merusak organel

terakhir, enzim kaspase akan mengirim fosfolipid dalam untuk keluar permukaan sel. fosfolipid ini yang akan mendatangkan fagosit yang akan mencerna sel mati tersebut.

jari-jari tangan dan kaki kita yang
masing-masingnya berjumlah lima ini
merupakan salah satu contoh dari
peristiwa apoptosis. kalau apoptosis
tak terjadi, kelima jari kita ini akan
bergabung semua.

pengorbanan sel-sel yang diprogram
untuk mati! ya, karena pengorbanan
sel-sel ini jari kita dapat terpisah
sempurna. Pak Anom Bowo Laksono,
salah seorang dosen genetika pernah
menuliskan tentang pengorbanan sel
ini, yang beliau kaitkan dengan ‘idul
qurban.

“kullun lahuu awwaab..”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s