karunia terbesar…

Malam ini. Masih di hari raya–hari tasyriq. Seketika memoriku memutar singkat segala kebaikan yang pernah ia lakukan selama hampir 2 tahun kami hidup bersama. Kutatap lekat wajahnya,  kemudian membisik, “terima kasih, dirimu benar-benar seorang lelaki yang paling baik kepada istrimu, dan keluargamu, mas…”. Kupeluk tubuhnya erat.

“Allahumma aamiin…”, jawabmu, menahan haru. Ada yang menggenang di pelupuk matamu. Pun di pelupukku. Betapa lembut hatimu..

(di hari raya ini–yang kita diperintah untuk berbahagia, spesial sekali rasanya mengucap kalimat tadi padanya. Terima kasih Allah, atas karunia terbesar dalam hidup bernama suami…)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s