istri impefecti

image

http://mommee.org/artikel/artikel/278-istri-imperfecti.html

Malam itu, Nadin tengah membereskan dan menyetrika pakaian keluarga kecilnya. Sengaja ia lakukan di atas jam 22.00 atau bahkan menjelang tengah malam, menghindari jam primer pemakaian listrik yang di tivi-tivi dulu sering dikampanyekan “17-22!”.

Ada setumpuk besar pakaian yang harus ia setrika. Waiting list cucian kering beberapa hari yang lalu. Nadin memang lebih suka menyetrika sekaligus banyak ketimbang mencicil. Sampai di pakaian si kecil Aqna.

Oow.. Di beberapa baju dan celana, ternyata noda makanan masih membekas, ada juga noda kekuningan. Sejenak ia kecewa. Terlintas keluh di benaknya, “ayah gimana sih, nyucinya ngga bersih 😥 …” Ia simpan rasa kecewa itu. Hingga di beberapa pakaian berikutnya. Ia tertegun. Batinnya menasehati; Aih, Nadin, mungkin suamimu memang tak sebersih itu mencuci baju-bajumu, juga baju anakmu. Tapi coba lihat sekali lagi.

Noda itu, adalah tanda ketulusan suamimu mengerjakan pekerjaan rumah yang sejak awal ia bersikeras bahwa itu adalah tugasnya. Ia adalah bentuk ketulusan yang membekas. Di sela kesibukannya mencari nafkah untukmu, ia berkomitmen mencuci pakaian keluarga kecilmu. Alih-alih menggerutu, syukurilah itu.

Sambil terus menyetrika, batinnya bergolak. “apa yang kupinta darinya.. Kesempurnaan? Ah aku terlalu banyak menuntut. Sedang aku sendiri banyak sekali kekurangan. Akulah si istri imperfecti. Istri yang jauh dari sempurna. Amat banyak tugas rumahku yang dengan amat ringan dibantu olehnya, bahkan aku masih suka kewalahan. Dan aku banyak mengeluh.. dan menuntut kesempurnaan..?

Ya Allah, jadikanku hambaMu yang bersyukur, atas karunia terbesar dalam hidup bernama suami…” Ia menghampiri suaminya yang sudah terlelap, mengusap kepalanya, lalu mengecup keningnya. “maafkan, dan terima kasih atas ketulusanmu..”

***

Al Aswad bin Yazid bertanya kepada Aisyah, “Apa yang biasa dilakukan Nabi saw di dalam rumah?” Aisyah menjawab, “Beliau biasa membantu pekerjaan istrinya. Bila tiba waktu shalat, beliau pun keluar untuk mengerjakan shalat”. (HR. Bukhari)

kredit gambar: http://aininursyafaah.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s