ilalliqo, dear Aul.. (1)

Dear Aulee, bunga matahariku, terlalu banyak kenangan bersamamu, juga kebaikan dirimu, yang ingin selalu aku kenang…
Kau tahu, sejak berita kepergianmu, aku tak mampu menuliskan, bahkan sepatah kata pun..

Saat ini, memoriku memutar cepat semua hal tentangmu, semua momen yang kulalui bersamamu.. Namun aku tak tau mana yang harus kutulis lebih dulu..

***

[00:18, 18/12/2014] ezzadine: Cerita dari suami Aulia, mas Wahyu Wijaya

Aul sudah mengidap lupus selama satu setengah tahun ini..

Berawal saat kehamilan menginjak usia 3 bulan, tiba2 Aul drop. Sendi2nya terasa nyeri sangat, muncul ruam2 di kulitnya. Aul segera dibawa ke rumah sakit untuk cek lab, ternyata jumlah eritrosit, leukosit, semuanya, di bawah normal. Setelah menjalani tes ANA, Aul divonis positif lupus..

Lupus ini tidak diketahui penyebabnya, namun pada Aul, perubahan hormon yg terjadi saat hamil inilah yg justru memicu lupus..

Sejak saat itu, hampir sebulan sekali, Aul drop dan masuk RS. Lupus ini, jika si penderita sedang fit, ia benar2 seperti orang sehat lainnya. Bisa beraktivitas seperti biasa. Tapi kalau sdh drop, hampir selalu harus masuk RS. Transfusi darah juga..

Agustus 2013, ketika usia janin 5 bulan, saat sedang kontrol ditemani kedua ortu Aul, dokter bilang janinnya sdh tak ada denyut. Aul sangat kaget, ditambah sedang ada ortunya di sisinya, yg awalnya ingin memberi kegembiraan dgn perkembangan janin, tapi ternyata . . .
😥

Janinnya harus segera dikeluarkan, krn jika tidak akan membahayakan ibu. Sore jelang maghrib Aul diinduksi, sekitar jam 1 pagi Aul melahirkan dengan normal dibantu alat, sebagaimana orang2 melahirkan secara normal pada umumnya. MasyaAllah, Allah sempatkan Aul merasakan jihad terbesar seorang wanita.. Walau putranya sudah tak bernyawa, hanya seukuran telapak tangan ayahnya.. Semoga Allah memuliakanmu Aul, semoga malaikat terus mendoakanmu..

Saat libur idul fithri 2014, mas Wahyu menawarkan Aul utk tinggal di rumah temanggung saja dengan keluarga Aul, karena di medan tak ada keluarga dekat yg standby. Aul menyetujui. Hingga idul adha, Aul tinggal di temanggung sedangkan suaminya masih bertugas di medan. Namun dalam rentang 3 bulan itu, ternyata Aul dua kali masuk RS.. Akhirnya Aul meminta utk tetap membersamai suaminya di medan, meski hanya berdua saja di sana, tak ada sanak saudara. Aul sangat menyayangi suaminya 😥

Hampir pertengahan desember, Aul drop lagi. Kembali nyeri sendi yg hebat, ruam bermunculan, rambut rontok, kali ini nafasnya sesak.. Aul kembali dirawat di RS. Kadang sadar, kadang tidak. Kalau diajak bicara, Aul masih mengenali orang2. Namun bicaranya sdh mulai macam2.

14 desember, Aul masuk ICU. Di sana, ujung2 jemarinya mulai dingin… kekurangan oksigen. Maka tubuh Aul dipasang ventilator. Selang di mulut untuk oksigen masuk dan selang infus besar dipasang di daerah bawah leher sebelah kanan. Untuk memasang alat tsb, pasien harus dibius. Sejak saat itu, Aul tak sadarkan diri.. 24 jam di ICU, tidak ada perubahan pd kondisi Aul. Ujung jemari dingin, tapi mulai lengan dan juga betis ke atas masih hangat. Suaminya tak henti memperdengarkan Quran utk Aul di sebelahnya.

Jelang maghrib, mas Wahyu melihat di layar, denyut Aul mulai tidak stabil. Beliau tanya suster, suster bilang belum ada perkembangan pak, berdoa saja.. Denyut Aul makin tak stabil, segala bantuan pernapasan terakhir dikerahkan, namun saat pupil mata Aul disenter, sudah tidak ada reaksi..
Innalillaah wa inna ilayhi raji’un..
Allahummaghfirlaha, warhamha, wa’afiha wa’fu’anha..

[00:26, 18/12/2014] ezzadine: Kunci surganya seorang istri ada pada ridha suami 😥
Jika suami Aul ridha padanya,, dan inSyaAllah beliau ridha,, Aul dibukakan pintu surga oleh Allah dengan mudahnya..
:’)

[00:29, 18/12/2014] ezzadine: Terbayang lantunan ‘yaa ayyatuhannafsul muthmainnah’ untuk Aul dari para malaikat..

[00:30, 18/12/2014] ezzadine: Mas Wahyu minta doa, semoga Aul husnul khatimah.. Beliau, di detik2 terakhir Aul, sempat menuntun kalimat syahadat..

[00:32, 18/12/2014] ezzadine: Beliau jg memintakan maaf utk Aul sekiranya ada khilaf pd kita..
Dan jika ada urusan dgn Aul yg belum selesai, jgn sungkan utk menyampaikan ke beliau..

Semoga pun qt bisa terus jalin silaturrahim dgn suami Aul..

[00:38, 18/12/2014] ezzadine: Saat bercerita ini, masyaAllah mas Wahyu tabah dan tenang luar biasa.. Kadang terselip canda juga..
Saya yg ‘cuma’ teman dari Aul jadi malu karna lebih sembap matanya, lebih speechless, ga bisa bilang apa2 ke beliau, karna suara saya terlalu bergetar saat itu. Mau mengucapkan nasehat kesabaran sbg adab takziyah pun saya ngga mampu, karna saya lah yg tampak belum bisa bersabar atas kepergian Aul..

image

Advertisements

2 thoughts on “ilalliqo, dear Aul.. (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s