ilalliqo, dear Aul… (2)

28 Desember 1989, kau lahir ke dunia. 28 Desember 2012, kau menggenapkan separuh agamamu, tepat di hari lahirmu. Desember 2014, sebelum sempat sampai di hari lahir, kau berpulang kepada Penciptamu…

Dear Aulee, bunga matahariku,
apa yang lebih membahagiakan daripada mendengar kabar kawan dekat kita akan menikah? Kau sudah begitu dewasa dan matang jelang usiamu yang ke-23. Kudengar pangeran yang akan menikahimu berasal dari daerah yang sama denganmu. Kakak kelas saat SMP, ya? πŸ˜‰ hihi, mengetahui hal ini aku hanya mesem. Cinlok adalah hal yang biasa terjadi πŸ˜€

Hari itu hari jumat, dear Aulee, hari terbaik, saat ijab qabul yang mengguncang ‘arsy diucapkan. Tepat di tanggal lahirmu. Kawan yang menghadiri akad nikahmu di rumahmu di temanggung, langsung update mengirim foto momen itu di grup whatsapp. Ramai ucapan selamat dan keberkahan… Ya, kebanyakan dari kami tak dapat menghadiri hari bahagiamu karena terkendala jarak, termasuk aku. Apalagi saat itu aku masih ada uas. Hanya bisa mengirim doa ke langit, dan mengirim pesan ucapan selamat melalui hp.. Tapi sungguh turut bahagia melihatmu menggenap, Aulee, apalagi kau amat cantik hari itu..

akad nikah Aulia-Wahyu (jumat, 28 desember 2012)
akad nikah Aulia-Wahyu (jumat, 28 desember 2012)

Dan sebulan kemudian aku menyusul menggenap. Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmush shalihaat. Ada piala bergilir di angkatan yang dipergilirkan untuk yang sudah menikah, dan karena hari itu dirimu sedang di cepu, maka kau mengirim piala itu via pos, bersama dengan sebuah kado pernikahan; sprei cantik dengan warnamu, Aulee, warna oranye motif yang sampaisekarang adalah sprei yang paling kusuka karena bahannya sangat lembut dan beda dari sprei kebanyakan.. Terima kasih, dear.

Bulan demi bulan berlalu, aku mengamati dirimu yang tampak semakin matang; pakaianmu semakin syar’i, ilmu Islam makin giat kau dalami. Ingatkah, kita dulu sering bertukar link download kajian Islam, Aulee. Dan kau sangat suka terlibat diskusi tentang muslimah, entrepreneurship, and also housewife’s things πŸ˜‰ dulu dirimulah yang mengajakku bergabung ke grup UmmI’s Corner, dear. Dan kau tahu betapa aku bersyukur dapat banyak mengambil ilmu baru tentang dunia housewife dari grup itu. Ah ya, dirimu juga suka share foto hasil karya merajutmu; sepasang sepatu bayi yang sangat lucu. Indah. Kau bilang masih belajar. Di sela waktumu mengurusi rumah tangga, kau sempatkan juga membaca buku, dan belajar keterampilan lainnya, termasuk memulai bisnis. Aku terkagum. Istri shalihah.. Batinku dalam hati. Suaminya pasti amat sayang padanya πŸ˜‰

April 2013, tak menyangka ada sebuah kehidupan yang bertumbuh di rahimku. Dan ternyata dirimu juga tengah hamil Aulee, dengan usia kehamilan yang kurang lebih sama denganku. Bahagia sekali mendengarnya. Kita jadi sering share pengalaman (maklum kehamilan pertama, banyak khawatirnya), morning sick, mood swing, and all those stuffs.. πŸ™‚ Namun aku terperanjat ketika di usia kehamilan 3 bulan, kau dikabarkan masuk rumah sakit, positif lupus.. Ya Rabb. Lagi-lagi aku tak berkesempatan menjengukmu, hanya mengirim doa ke langit, berharap Allah menjaga dirimu dan janinmu selalu.

Agustus 2013, tiba-tiba kau mengirim pesan di grup, memohon doa dari teman2mu agar anakmu menjadi tabunganmu di surga.. Janinmu telah tiada. Allaah… Aku mengusap perut, berharap Allah menjaga janinku, laa hawla wa laa quwwata illa billah.. Selang beberapa waktu, aku mengajakmu chat, memintamu bercerita.. Dan mengalirlah ceritamu yang menakjubkan itu. Kau mampu melahirkan janinmu secara normal dengan penuh perjuangan seorang ibu.. Hingga lahirlah ia, bayi laki-laki, usia 5 bulan, telah sempurna semua bentuk tubuhnya kecuali kulit… Dearest Aulee, bunga matahariku, bukankah malaikat2 menggaung suaranya ke atas langit, menyebut nama, serta mendoakan ibu yang melahirkan, dan Allah menghapus semua dosa.. Sebagiandirimu telah masuk surga Aulee, kudengar sebuah hadits tentang anak yang lebih dulu berpulang menjumpa Rabbnya. Dan terenyuhlah hatiku ketika kau berucap “anak Aul sayang sama Aul, dia berkorban untuk Aul…” πŸ˜₯

Medio 2014, aku dikejutkan dengan paket pos yang datang ke rumah. Ternyata itu kado darimu Aulee, 3 gamis kancing depan dengan model serupa namun beda warna. Kau bilang itu kado untuk para ibu menyusui; aku, Balqis, dan Atif yang sama2 sudah jadi emak2. Hihi. Ah, begitu baik dirimu Aulee… Sampai sekarang pun gamis darimu adalah gamis yang juga paling kusuka, terutama karena bahannya yang oke: tidak perlu disetrika. Heuu, emak2 pengennya efisiensi waktu ya.

Begitulah, sampai pada hari senin 15 desember 2014, aku yang hari itu akan pulang ke kampung halaman husband di jogja, memilih gamis favoritku itu untuk dipakai hari itu. Saat memakainya, selintas aku mengingatmu, dearest Aul, berterima kasih karna hadiahnya ini sangat bermanfaat. Jam 8 malam kami tiba di stasiun ui menuju stasiun cikini untuk kemudian sambung ke stasiun pasar senen, stasiun di mana kami bertolak menuju jogja. Sejak itu aku mematikan paket data hpku, irit baterai. Begitu juga husbandku. Saat sudah naik kereta menuju jogja, sekitar jam 22.15, kami baru menyalakan paket data lagi. Cukup terkejut dengan banyaknya notif whatsapp di hpku; sekian ratus messages dari 18 kontak. Tak biasa. Aku membukanya satu persatu. Allah.. Innalillaah.. Itulah kabar terakhirmu, Aulee, wahai bunga matahariku.. sebuah kabar duka, menyebar di hampir semua grup yang kuikuti. Aku sungguh tak bisa menahannya; tumpah semua arimata. Memori memutar cepat semua tentangmu, kebaikan2mu… Maafkan aku yang merasa begitu kehilangan. Kehilangan yang amat sangat, dearest Aulee… Ah, dan hari itu aku memakainya. Gamis darimu. Kenangan bersamamu makin berputar cepat, seiring laju kereta malam itu..

***

Sesungguhnya semua adalah milik Allah…

Dear bunga matahariku… Ketahuilah, satu yang amat membuatku lega adalah; bahwa engkau telah menggenap saat kau berpulang pada Rabbmu. Engkau seorang perempuan, yang berarti Allahtelah memberimu satu kunci surga yang paling mudah yang bisa seorang wanita dapatkan; ia lah ridha suami. Kau yang seshalihah itu,, bagaimana suamimu tak ridha padamu? InSyaAllah kau telah menggenggamnya, dear Aulee. Engkau meninggal dalam ridha suamimu. MasyaAllah, alhamdulillah, allahu akbar. Betapa mudah dirimu masuk ke surgaNya.. Apalagi di sana anak laki-lakimu telah menanti..

***

Sore hari kami baru bisa berangkat ke temanggung, dear, menanti ibu yang baru pulang kerja untuk dititipi Ayuma, buah hati kami. Benar saja, sore itu hujan deras mengiringi perjalanan. 2 jam kurang sedikit, waktu tempuh dari sleman ke temanggung. Melewati jalur antarprovinsi. Sesampai di sana, prosesi pemakamanmu telah usai, kau telah selesai dikebumikan… Menahan tangis, aku menemui keluargamu, mengucapkan belasungkawa terdalam. Tak lama suamimu muncul, menyalami satu persatu tamu takziyah, termasuk kami, lalu mengalirlah cerita tentangmu.. Suamimu begitu tabah, dear Aulee. Pemahamannya akan takdir ilahi tampak telah begitu kokoh. Ia bercerita sampai maghrib tiba.. Ya Allah. Hari telah gelap. Aku membisik pada husbandku,

“ayah, sudah gelap.. Bisakah kita ke makam sebentar (aku sangat ingin mendoakannya di pusaranya)?”

Ia menggeleng, “maaf sayang, hari sudah gelap, waktunya kurang tepat, sudah maghrib pula..”

“…tapi aku ngga tau kapan bisa ke sini lagi..?” terisak-isak.

“nanti kalau perjalanan ke pekalongan kita bisa mampir ke sini sayang..”

Aku akhirnya mengangguk. Setelah itu kami berpamitan. Di luar menuju motor kami yang diparkir, aku makin terisak. Betapa tidak, saat itu aku telah berada begitu dekat denganmu, namun aku tak lagi bisa bertemu denganmu.. Kau sudah di dalam tanah sana.. πŸ˜₯

Dear Aulee, husbandku bilang, beruntunglah dirimu menjadi pendamping hidup suamimu yang juga shalih. You deserved him, and he deserved you, shalihah. Semoga Allah persatukan kembali keluarga kecilmu di surga nanti..

Dear bunga matahariku, kau telah berpulang mendahului kami semua. Kau yang masih teramat muda.. Membuat kami berkaca, menimbang2, seberapa banyak sudah bekal yang kami kumpulkan untuk kembali pada Allah. Bahwa kematian bisa datang kapan saja. Kami seharusnya bersiap menanti giliran..

Sejatinya kematian adalah satu gerbang, yang harus kita semua lalui untuk dapat berjumpa dengan Allah. Perpisahan ini hanyalah perpisahan sementara, karena di akhirat kita akan kembali dikumpulkan dengan seluruh manusia yang pernah hidup di muka bumi. Sebaik-baik tempat berkumpul kembali adalah surga, sedang perpisahan paling menyedihkan adalah kala dua sahabat terpisah; satu di surga, satu lagi di neraka. Na’udzubillah. Maka kami pun berdoa, moga Allah pertemukan kita semua kembali, di naungan surgaNya. Bersama menatap wajah Allah.. Maka, ilalliqo dear Aul… Sampai berjumpa lagi di surga Allah, inSyaAllah.. Tunggu kami yang akan menyusul satu persatu..

***

Tiga hari berlalu sejak kepergianmu, bunga matahariku.. Tetapi semua temanmu masih tak habis mengenang kebaikan2mu.. Engkau yang jelita, lembut, sopan, ceria, prestatif, selalu positif, dan bermimpi besar..

You are indeed, always there in every people’s heart…

Bukankah Aulia berarti ‘yang disayangi’?

***

image

“Ya Allah kami bersaksi bahwa sahabat kami Aulia adalah termasuk orang yang baik, bahkan antara sahabat terbaik yg kami miliki

Kami bersaksi beliau adalah org yg selalu berbuat baik dan mengajak kpd kebaikan, jarang kami tersakiti dgn kata dn perbuatannya,

Malah mungkin kami yg banyak silap dan salah padanya dan blm sempat memohon maaf pada beliau, juga blm sempat mmbalas jasa-jasa baik beliau

Allah, terimalah amal ibadahnya, amal solehnya,

Lapangkan kuburnya, mudahkan beliau menjawab pertanyaan malaikat

Tempatkan beliau bersama siddiqiin, syuhada, dn solihin” (Rashid, di grup mipa08)

Advertisements

2 thoughts on “ilalliqo, dear Aul… (2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s