teman hidup

image

…tetaplah bersamaku, jadi teman hidupku…

Saling bercerita, bertukar pikiran–juga emosi, mengutarakan mimpi, adalah hal yang paling saya sukai untuk saya habiskan waktu bersama husband. Dan lamanya diskusi malam ini membu
at saya merasa begiitu dekat dengannya, more likely a bestfriend (sahabat), i guess. Baru kali ini ngerasa sobatan banget gitu sama doi, and i amazed. Ya Allah, indah betul rasanya punya sahabat seperti ini, terima kasih karena Engkau tumbuhkan rasa nyaman di antara kami..

Teman hidup. Bukan hanya sekadar teman untuk hidup bersama, yang seringkali secara fisik ada, namun tak dirasa keberadaannya. Banyak pernikahan yang telah berjalan sekian tahun, rasa kasih sayang memudar seiring berlalunya waktu. Hampa hidup terasa. Salah paham sedikit, bisa berakhir pertengkaran besar. Kalau sudah begini, keberadaan pasangan hidup bukannya memberi ketenteraman, namun bisa menjadi duri dalam daging. Setiap hari membersamai, setiap kali itu pula terasa menyakitkan.

Teman hidup berarti teman yang membuatmu lebih hidup. Teman yang menghidupkan hidupmu. Meniupkan ruh baru yang bisa membuatmu begitu bersemangat menghadapi hari-harimu. Tak masalah kau dan pasanganmu memiliki karakter, pekerjaan, atau passion yang berbeda, itu justru akan memperkaya spektrum warna dalam kehidupanmu. Yang kita butuhkan adalah saling mendukung, menyemangati, memberi masukan–juga kritik membangun yang kita butuhkan. Teman hidup akan menjadikanmu pribadi yang lebih baik. Banyak pernikahan yang telah berjalan sekian tahun, dan perasaan yang bertumbuh di antara pasangan itu semakin kuat. Rasa-rasanya baru kemarin mengikat janji. Mereka benar-benar saling menghidupkan.

Kita tentu berharap menjadi pasangan yang kedua itu. Maka bersama teman hidup, kita berupaya untuk terus memperbaiki kehidupan, betapapun naik dan turun yang sudah kita hadapi selama ini. Jika di awal menikah karena cinta, maka yang paling kita butuhkan setelahnya adalah komitmen. Komitmen untuk bersama mengarungi kehidupan dengan perahu kecil. Bersiap dengan segala rintangan yang akan dihadapi dengan berani. Bahwa sesulit apapun, rintangan itulah yang akan membuat kita makin bergenggaman erat, makin mengokohkan pertahanan kita. Jika ketika masih sendiri kita dapat menghadapi tiap permasalahan hidup dengan begitu tangguh, maka setelah berdua kita pasti bisa lebih tangguh. Perbedaan pandangan hidup adalah niscaya, namun jalan tengah selalu ada, jika memang tujuan akhir kita adalah kebersamaan dan keutuhan keluarga. Semua perbedaan itu akan dengan mudah kita kesampingkan, dan kita akan bersama-sama melakukan apapun demi kebersamaan abadi kelak..

Ah, inilah mengapa saya merasa lirik lagu Teman Hidup begitu dalam, meski setiap baitnya amat simpel. Semacam soundtrack of the marriage life. Hal plus plus yang membuat saya makin suka, video klip lagu ini mengambil tempat di keraton Yogyakarta, memotret kehidupan sebuah pasangan yang sudah paruh baya (sepertinya pasangan suami-istri beneran). Sang bapak adalah abdi dalem keraton. Setiap pagi, di rumah yang sederhana, istrinya begitu tekun mempersiapkan keberangkatan sang bapak. Tak ketinggalan adegan cium tangan mengantar sang bapak di depan pintu. Siangnya ia menyiapkan makan sore (?) untuk menyambut kepulangan suaminya. Tampak sang bapak makan bersama istri dan anak2nya dalam nuansa kekeluargaan yang hangat. Tiap scene-nya begitu mengalir, natural sekali tiap ekspresi yang keluar pasangan paruh baya itu. Tahukah apa yang paling nampak dari kedua wajah itu? Nothing but delights : )
***
Di malam yang dingin tak berbintang, ada semangat baru yang menyala
Kali ini aku & dirimu yang memantiknya
Dan cahayanya, menerangi langkah kita berdua..

(ingin mendedikasikan lagu ini untukmu, kanda. Agar kita selalu ingat, bahwa aku adalah sahabat–teman hidupmu, begitupun dirimu bagiku. Dan kita akan arungi hidup ini berdua selalu 😉

Dia indah meretas gundah
Dia yang selama ini ku nanti
Pembawa sejuk, pemanja rasa
Dia yang selalu ada untukku

Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang

Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu

Kau milikku, ku milikmu
Kau milikku, ku milikmu

Di dekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang

Bila di depan nanti
Banyak cobaan untuk kisah cinta kita
Jangan cepat menyerah
Kau punya aku, ku punya kamu, selamanya akan begitu

Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
Berdua kita hadapi dunia
Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
Bersama arungi derasnya waktu
Kau milikku, ku milikmu

…kau jiwa yang slalu aku puja…

(Teman Hidup, Tulus)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s