hanya kebiasaan jaman dulu

Ingatkah, bahwa di suatu masa kau pernah begitu lekat dengan dua benda bernama buku dan pena? image

Ya, aku ingat saat di mana kedua benda itu begitu setia dalam genggaman. Bergerak dalam padu setiap kumenuliskan sesuatu; tentang ilmu, tentang apa yang melintas di pikirku, tentang hikmah yang kupetik hari itu, tentang impian dan rencana-rencanaku; semuanya

Sampai pernah kutuliskan: “entah apa jadinya seorang eza tanpa kedua benda itu..”

***
Hanya satu kejadian dan boom! Terjerembab.

Ceritanya, pas mudik ke Pekalongan kemarin dan hp dimainin sama sepupu, qadarullah (nangis dalem hati T_T), hp ke-setting ulang jadi totally empty dan kembali ke default seperti baru pertama kali dioperasikan. No app, no contact, but thank God the data inside the memory card are safe. Berusaha tanya2 apakah app & contact bisa di-backup karena di hp ada opsi utk back up app, tapi ternyata tak bisa karena saya yg belum pernah back up apps. Kalo kontak? Bisaa tapi kok ya yang ke-restored cuma kontak pas jaman pake samsung ya, yang kontak di hp sekarang ga ada, padahal nyimpen di email yang sama. Mungkin warga wordpress ada yg tahu solusinya..?

Anyway. Ya, semenjak benda bernama smartphone makin akrab di tengah masyarakat, ditambah tak terbendungnya inovasi teknologi aplikasi yang bisa men-support hampir semua kegiatan dalam kehidupan kita, termasuk kegiatan catat mencatat dengan segala fasilitasnya–mau bikin note ada, bikin to do list bisa, ceklis belanjaan, lengkap!–jadilah saya mulai beralih dari manusia pencatat di buku menjadi manusia digital. Alasannya tentu karena lebih cepat, praktis, ringkas. Since the world is in our hands, kita hampir bisa melakukan apapun hanya dengan telepon pintar ini. Termasuk mencatat (selama ini pake app Notes Lite).

..yang repotnya adalah jika semua catatan dalam hp ngga ke-backup di manapun. Yang paling saya sesalkan adalah catatan di app Baby Growth App. Semua rekaman milestone si puteri kecil ada di sana. Dan saya dengan adem ayemnya ngga nyatet itu di buku. Helow kebiasaam jaman dulu, where are you?

Sedih ya rasanya mengetahui hal-hal yang biasa atau rutin kita lakukan di masa lalu sekarang sudah amat jarang kita lakukan lagi. Semacam rindu dengan sosok kita yang dulu. Apalagi tergeser karena keberadaan smartphone (yes, i blame you hp! xixi) yang memang punya dua mata pedang. “ikatlah ilmu dengan menuliskannya.” ya, saya sungguh bisa merasakan manfaat menuliskan ilmu dan hal lainnya di atas kertas. Dan kehilangan cukup banyak catatan membuat saya kapok menjadi manusia digital.. dan ingin kembali ke kebiasaan lama. Apakah bisa? Ah, itu hanya kebiasaan jaman dulu..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s