memori maret

too many things happened on march to write them down one by one. Kali ini mau nulis resume 5 hal penting yang terjadi pada bulan kemarin. Rasanya akan nano-nano banget, you’ve been warned.

1. Adik Arreta
Our beloved Arreta, anak didik daycare yang paling setia (sudah jadi anak daycare sejak berusia 3 bulan hingga 1y5mo), inSyaAllah akan punya adik πŸ™‚ nah bundanya memutuskan untuk mengadakan syukuran di daycare! MasyaAllah, it’s been honor maam. Dengan hanya mengundang tetangga terdekat, teman yang dulu sempat ikut mengasuh dan mendidik di daycare, serta ibu2 grup diskusi daycare (kak Ifah bunda Azima is included), alhamdulillah acara berlangsung seru. Seruu karena semua tamu undangan bawa baby! Yang masing-masing rempong sama bayi-bayinya. Atif mau nge-MC, bayinya minta ditimang-timang. Saya mau tasmi’ tilawah, si bayi udah merengek minta diboboin (rekor: Ayuma belum tidur lagi dari pagi sampai setengah tiga sore), pokoknya suasana jadi rame karena bayi-bayi! Which is so much fun yet unforgettable πŸ˜€

Setelah pembukaan, tilawah, sambutan dari bunda Reta, lalu doa, acara disambung ramah tamah. Karena ashar sudah menjelang, tak lama kemudian acara ditutup. Para tamu satu persatu berpamitan, termasuk kak Ifah.

Seperti biasa pagi dan petang daycare memutar murattal, saat itu Atif memilih surat Maryam. Saat berpamitan, kak Ifah menyampaikan satu hal pada saya yang membuat saya jleb, tercekat haru, “kalo dari kajiannya ustadz ini (lupa), Maryam itu ternyata bahasa ibrani, yang dalam bahasa arab berarti ‘abidah (pengabdi). Kan ibunya Maryam dulu berdoa, “wa inni sammaituhaa maryama..” (dan sesungguhnya aku menamainya ‘pengabdi’..), itu bentuk rayunya kepada Allah, saking inginnya memiliki anak yang kelak dijadikan abdi Allah..”. Ah, kenapa setiap hal yang diucapkannya seperti magic. Selalu berbekas, meninggalkan getar haru, membuat daya lekat kata-kata itu amat kuat. Allahu yubarik fiik wa ahlik, kak..

cuma berhasil foto bertiga, eh, berenam :D
cuma berhasil foto bertiga, eh, berenam πŸ˜€

2. Mendadak mudik
Sesungguhnya sudah dari awal maret ibu mertua mengabarkan perihal ini di grup, bahwa simbah tercinta di Pekalongan meminta anak-cucunya berkumpul semua di sana pada jumat 20 maret. Ibu mertua juga sampai japri husband untuk ikut pulang ke sana. Maka jauh hari kami sudah mulai prepare cari tiket kereta online, yang mana masih banyak kosong, namun karena satu hal, kami belum pesan saat itu. Selasa 17 maret memutuskan cari tiket lagi, dan semua kereta ekonomi sudah full-booked sejak kamis sampai minggunya. Dan tersisa hari rabu 18 maret jam 06.10, which means kalo kami ambil, besoknya kami harus berangkat. Alamak, besok banget nih yah?

Mau reservasi online kok ngga bisa, ternyata maksimal reservasi online memang maksimal H-2 keberangkatan. Kalau sudah H-1, seharusnya hanya bisa pesan langsung di stasiun tempat kita berangkat nanti, atau melalui telpon. Aduhlah kalo menyangkut hal-hal mendesak macam ini saya pasti panik, coba telpon kontak KAI pusat lama kali tersambung dengan operatornya, telpon kantor Stasiun Pasar Senen juga podo wae. Buntu? Mari kita tanya grup whatsapp Alpha CMa leaks, they have answers to every question. Saya coba mengkonfirmasi betulkah jika sudah H-1 tidak bisa pesan online, dan jika mendesak mungkin ada teman yang berpengalaman pesan selain online. Seorang teman, sebut saja om Alvin, mencoba membantu saya untuk mengecek via web. Ajaibnya, Alvin bilang dari PC-nya bisa booking tiket di jadwal 18 maret jam 6 pagi itu. Langsung saya kirim semua data yang diperlukan. Dan voila, tiket sudah reserved, yang kami perlu lakukan tinggal membayar tiket via atm. Kepanikan terbayar sudah. Phew! Alhamdulillah, makasi banyak om Alvin!

Alvin kasih info kalo penukaran tiket minimal H-1jam sebelum keberangkatan. Jadi jam 5 subuh kami harus udah standby di stasiun? Okesiap. Kami jabanin! Sore itu juga saya mulai packing dan beberes rumah. Di mana ayah Ayuma? Saat itu ayah sedang mengajar. Pulang ngajar husband membawa kabar bahwa beliau sudah bayar tiket, then the hectic-packing-preparing goes. Rencana kami, malam itu kami menginap di rumah bulek di tebet, dari sana sudah lebih dekat ke Stasiun Senen. Okay, lepas shalat ‘isya, kami bertolak ke tebet by commuter line.

Kami susun rencana lagi di malam sebelum keberangkatan. Jika jam 5 pagi kami harus sudah menukar tiket di stasiun, maka maksimal jam 4 kami sudah harus berangkat, karena perjalanan bisa memakan waktu setengah jam. Man, isn’t that just too early? Husband memang orangnya ontime, apalagi menyangkut jadwal kereta macam ini (saya inget tragedi ketinggalan kereta ke surabaya jaman masih single *tears*). Jadi oke, saya menyanggupi. Maksimal banget bangun jam 3 dong? Iyaaa. Alhamdulillahnya bisa bangun tepat waktu tanpa alarm, siap-siapa sebentar, cek perbekalan, berangkatlah kami dari tebet naik taksi, jam 03.45 brow.

Tukar tiket berjalan lancar walau sepagi itu antrian sudah panjang dan orang-orang di stasiun bener-bener seramai kayak pas siang hari aja. Shalat shubuh di mushalla (jamaahan full sampe paling belakang!), lalu menunggu di ruang tunggu. Waa, yang membuat saya terkejut adalah ternyata di Stasiun Senen ini punya nursing room alias ruang menyusui di ruang tunggunya! Ruangannya kecil aja, dengan satu sofa panjang dan dua sofa single, serta kulkas untuk menyimpan asi. Tapi nyaman banget, full ac. Btw, Ayuma apa kabar pagi buta udah diajak keluar? Alhamdulillah bobo nyenyak. Dari sejak kami muter-muter di stasiun, Ayuma ngga bergeming, dan saya gendong hanya pakai tangan karena cukup repot untuk masukin Ayuma ke baby wrap. Puegel rek! Nah di nursing room itu Ayuma bangun, dan bukannya mimi malah main naik turun sofa.

5.30 kami sudah masuk ke kereta Tawang Jaya. Masih amat sepi, yang kami kira banyak kursi yang akan kosong. Ternyata kami salah πŸ˜€ mendekati jam 6, kursi baru benar-benar penuh di gerbong kami. Mungkin hanya 1-2 kursi kosong. Kereta berangkat 06.13, toleransi hanya 3 menit untuk yang datang terlambat.

Di kereta ekonomi yang posisi duduknya berhadap-hadapan, alhamdulillah kami mendapat rekan perjalanan yang baik; satu keluarga bapak ibu anak. Destinasi mereka ke Semarang. Bapak itu mengobrol banyak dengan husband, berbagi pengalaman, saya menyimak sambil ngemal-ngemil :D. Ternyata beliau juga pesan tiket H-1, tapi langsung di stasiun. Lain kali mungkin saya akan resume tips-tips yang beliau share soal dunia perkeretaan. Baby Ayuma? Ngemal-ngemil, nonton video super simple learning, senyum-senyum sama penumpang lain di kiri-kanan-seberang, mimi, bobo. Beberapa kali bosan sampai saya ajak main keran air di toilet gerbong, alhamdulillah handled well.

Best part of this journey? Naik becak dari Stasiun Pekalongan sampai rumah simbah di Pakisan, Kedungwuni which is not less than 10 km. Wait, seriously?

bertiga mbecak!
bertiga mbecak!

Awalnya kami naik becak hanya sampai ke persimpangan jalan untuk kemudian lanjut naik bis. Tapi bapak becaknya menawarkan diri untuk mengantar sampai tujuan. Beliau minta ongkosnya 50.000. Kendaraan lain ngga ada? Taksi ngga pakai argo, minta 70ribu ke Kedungwuni. Mau naik bis dan sambung-sambung angkot, kok Pekalongan ini puanase pol. Husband tanya pendapat saya. Karena saya sudah too excited saat naik becak, saya mengiyakan, sambil nyengir lebar. Bahkan Ayuma yang duduk di pangkuan juga senang sekali naik becak! Kakinya digoyang-goyangkan. Ah, priceless banget lah buat saya. Mbecak itu nyantai, kita bisa menikmati perjalanan dan pemandangan kiri-kanan. Ditambah angin sepoi-sepoi. So classic. Ayuma, tak lama setelah naik becak, tertidur pulas sampai tujuan. It took more than 1 hour to get there, but we really enjoyed the journey so much. Jarang-jarang bisa mbecak perjalanan jauh..

And so we met simbah, bulek & om, sepupu-sepupu, pakdhe-budhe.. Seneng banget. Simbah kakung looked unbelievably healthy, but his wife, simbah putri, sedang kurang sehat. Husband sempat mengantar simbah putri ke puskesmas kecamatan. Usut punya usut, ternyata akan ada rapat keluarga besar omanya Ayuma. Sudah tradisi katanya. MasyaAllah pokoknya, bisa berkumpul sebanyak dan selengkap itu di kampung halaman :’)

di rumah bulek Mita. belum full team padahal :/
di rumah bulek Mita. belum full team padahal :/

3. Rapat Akbar UI
Naik-turun harga BBM. Drama perseteruan KPK-Polri yang gonjang-ganjing. ‘dibukanya’ aset negara untuk diacak-acak asing oleh presidennya sendiri. Nilai rupiah yang semakin anjlok. Hutang negara yang malah bertambah triliunan. Kebijakan pemerintah yang jauh dari memihak kepada rakyat. Ya, ‘kesabaran’ rakyat sudah mulai mencapai puncaknya. 20 maret kemarin jaket kuning turun lagi ke jalan. Diramaikan oleh banyak alumni UI, bahkan korlap yang dulu tahun ’98 menggulingkan Presiden Suharto ikut turun. Kami yang ratusan kilometer jauhnya dari Jakarta hanya bisa menitip semangat pada teman-teman yang menenteng jaket kuning dengan bangganya, menyaksikan heroiknya aksi hanya dari foto kiriman di grup. Harapan kami ada di pundak-pundak mereka.

wpid-img-20150321-wa0010.jpg
#20Maret

4. Ayuma sakit lagi
Untuk kesekian kalinya di bulan maret ini, Ayuma kembali batuk pilek disertai demam. Diduga karena malam sebelum pulang dari Pekalongan diajak berburu batik yang berujung nihil, ngga ada yang cocok (hadeeh!). Batuknya kali ini adalah yang terparah karena berdahak, sebelumnya ngga pernah. Maka Ayuma jadi sangat sangat GTM (gerakan tutup mulut), ubi cilembu yang biasanya sangat ia sukai juga ditolaknya. Namun! Alhamdulillah setelah sepekan lebih, pilek sudah sembuh, batuknya sudah amat reda, dahaknya tinggal tersisa sedikit. Dan begitu membaik hari ini, nafsu makannya langsungg melesat, makan banyak banget sampai kembung. Ya Allah nak, melihatmu kembali mengunyah-ngunyah makanan dengan unyu itu priceless banget buat bunda! Terima kasih untuk obat batuk baby cough, transpulmin, dan minyak telon..

bangun tidur, feeling unhealthy..
bangun tidur, feeling unhealthy..

5. The shocking news: Biologi UI berduka
Kamis 26 maret UI dibuat gempar dengan ditemukannya mayat terapung di Situ Kenanga, dekat Masjid UI. Tubuhnya sudah bengkak, ada luka di bagian leher, dan di dalam tas yang masih dikenakan ditemukan batu-batu konblok. Jenazah awalnya diduga pekerja kantoran berusia 25-29 tahun. Namun ada satu hal mengganjal: korban diketahui memakai kaos serta jaket bertuliskan logo UI. Satu kabar yang paling tidak pernah kita harapkan untuk kita dengar seumur hidup. Satu kabar yang dalam pikiran pun kita enggan membayangkannya.

Namun kenyataan yang didapatkan kurang dari seminggu setelahnya amat mengerikan. UI mengeluarkan rilis resmi bahwa jenazah itu adalah peserta didiknya sendiri. Mahasiswa UI 2013. B-i-o-l-o-g-i. Penyebab kematiannya belum dapat dipastikan, walau demikian ada yang menduga bahwa korban bunuh diri karena depresi, ada pula yang meyakini jenazah adalah korban begal motor yang memang sedang marak.

Saya bergidik, tercekat. Mendapati korban begitu dekat relasinya dengan saya secara satu jurusan–ia belajar di tempat dulu saya belajar, diajar oleh dosen yang sama, duduk-duduk bercengkrama dengan teman di landas (lantai dasar) yang sama. Saya mengira-ngira apa yang sedang ia lakukan di malam sebelum ia tenggelam. Hendak kemana ia dengan kaos dan jaket UI? Apa yang ia bawa dalam tasnya? Apa yang ia lakukan di dekat Situ Kenanga? was that something related to college’s activiy, maybe sampling alga? Pengamatan herpetologi? still a mistery.

Keluarga korban begitu terpukul dengan kejadian ini. Ace, nama panggilan korban, yang berprestasi namun santun, juara olimpiade biologi, tutup usia di 19 tahunnya. Innalillah wa inna ilayhi raji’un. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu. Semoga Allah terima kebaikannya, dan Allah beri ketabahan pada keluarganya. Segenap UI berduka untukmu, dik.

Menjadi evaluasi besar, teguran besar, untuk bio, terutama lagi untuk angkatannya. Bio yang dulu terkenal solid. Mungkin ini saatnya untuk kembali pererat pertemanan, perkuat persaudaraan. Agar tak ada lagi yang tak mengetahui kondisi temannya.

Advertisements

2 thoughts on “memori maret

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s