#day9 – Rio: “birds of blue feather, have to stick together!”

image

Adakah ibu-ibu di sini yang masih senang nonton film animasi?

*raising hand*

Well, kegemaran dari kecil rupanya masih membekas hingga sekarang ya. Saya selalu penasaran tiap ada film animasi baru yang keluar. Pertama karena visualisasi pada film animasi sangat menarik dengan warna-warninya. Kedua, karena biasanya film animasi diperuntukkan untuk semua umur, sehingga film animasi bisa jadi alternatif hiburan untuk keluarga. Ketiga, ekspresi setiap tokoh digambarkan dengan sangat detil (this might be the best part), dan keempat, tentu saja, sebagai sarana saya belajar bahasa inggris.

Dari semua jenis film animasi, saya paling suka film tentang binatang, apalagi jika digarap dengan cukup ilmiah. Tokoh dengan ciri fisik yang sesuai dengan aslinya, juga perilaku dan istilah biologi yang digunakan dalam banyak dialog, menjadi amat menarik bagi saya sebagai anak biologi. Seperti film animasi Rio, yang berkisah tentang kehidupan spesies Spix’s Macaw yang terancam punah. Kali ini, saya akan membahas sisi biologi dan juga kisah dibalik film Rio.

Blu, Jewel, and their offsprings. source: rio.wikia.com
Blu, Jewel, and their offsprings. source: rio.wikia.com

The Biology of Blu
Blu adalah spesies Spix’s Macaw dengan nama latin Cyanopsitta spixii, spesies yang termasuk dalam keluarga nuri (Psittacidae). Burung parkit, betet, atau burung berwarna merah yang jadi ikon pensil warna merek Faber Castel termasuk dalam keluarga ini. Nah, Spix’s Macaw punya karakter khas berupa bulu berwarna biru yang eksotis, ukuran sedang, ekor yang panjang, dan bagian wajah yang berwarna biru keabu-abuan. Spesies ini native to Brazil. Ohya, nama Spix’s Macaw diambil dari Johann Baptist von Spix, seorang naturalis Jerman yang pada tahun 1817 melakukan ekspedisi ke Brazil dan membawa banyak spesimen tumbuhan serta hewan untuk diteliti di kebun binatang di Münich.

Dalam ilmu biologi, ada istilah status konservasi (conservation status), yang menunjukkan status keberadaan suatu spesies di alam. Sayangnya, dari semua anggota keluarga Psittacidae, Spix’s Macaw menjadi yang paling langka dengan status critically endangered, dan dimungkinkan telah punah di alam. Jadi kita sudah tak akan bisa menemukan spesies ini di alam bebas. Sedih banget ngga, sih? Yang Blu katakan di salah satu scene Rio 2 memang benar, “we are the last blue Spix’s Macaw left on the planet!”. Kini seluruh individu Spix’s Macaw yang tersisa yang berjumlah kurang dari 100 ekor tersebar di beberapa penangkaran di beberapa negara, dan masih menjalani program breeding dengan harapan mereka dapat segera kembali dilepas ke habitat asalnya.

the Spix's Macaw (Cyanopsitta spixii) in a refuge. source: parrots.wikia.com
the Spix’s Macaw (Cyanopsitta spixii) in a refuge. source: parrots.wikia.com

Presley, the Real Blu
Tokoh Blu terinspirasi dari seekor Spix’s Macaw terakhir yang terlahir di alam bebas bernama Presley. Kehidupan awal Presley mirip dengan Blu, namun lebih berliku. Ia ‘berpindah tangan’ oleh beberapa kolektor hewan langka pribadi di Eropa, sebelum akhirnya ditemukan di Amerika.

Presley dipelihara oleh seorang warga Amerika yang kemudian menyerahkan peliharaannya pada penangkaran setempat pada tahun 2002. Saat ditemukan di rumah pemiliknya, Presley tampak kurang sehat dan tak bisa terbang. Setelah 6 bulan rehabilitasi, Presley pindah ke São Paulo Zoo, lalu pada 2006 pindah ke Lymington Foundation, sebuah penangkaran milik pribadi yang memfasilitasi breeding untuk burung nuri langka.

Presley beberapa kali menjalani percobaan breeding, namun tak ada yang berhasil. Suatu ketika pada Juni 2014, ia mulai kehilangan nafsu makan, hingga Bill & Linda Wittkoff, pasangan pemilik Lymington Foundation membawanya ke klinik. Berharap Presley sembuh untuk kembali menjalani program breeding, ternyata Presley tak dapat bertahan hidup lebih lama lagi. Ia mati di usia 40 tahun. Dan tak memiliki keturunan.

Epilogue
Deforestasi selama berdekade-dekade lamanya terus menggerus habitat Spix’s Macaw, hingga pada tahun 2000, spesies ini ‘menghilang’ dari alam bebas. Perdagangan ilegal memperburuk keadaan ini. Saya berpesan pada siapapun pembaca untuk tidak memelihara hewan-hewan langka, betapapun keindahan hewan tersebut memanjakan pemandangan kita di rumah setiap hari. Percayalah, mereka diciptakan di muka bumi beserta habitatnya, dan tinggal dalam sangkar akan menghilangkan fitrah mereka sebagai hewan yang bebas. Memelihara hewan langka di rumah berarti menambah ancaman kepunahan mereka di alam.

Mari berharap, suatu hari kelak, sekumpulan keluarga besar Spix’s Macaw beterbangan bebas di pedalaman hutan, menari dan menyanyi dalam harmoni, seperti saat lagu Beautiful Creatures dinyanyikan di pedalaman Amazon..

"let's celebrate, for we are beautiful creatures...". source: havik.tumblr.com
“let’s celebrate, for we are beautiful creatures…”. source: havik.tumblr.com

Beautiful Creatures
by Andy Garcia ft. Barbatuques

Let’s come together, singing love and harmonia
We are so different, but the same inside our heart
Beautiful colors, as far as the eye can see ya
Open your wings, fly when you hear the call

Let’s celebrate, for we are beautiful creatures
Come spread your wings, dance and sing songs about freedom
Like la-la-la hoo hoo
One for the jungle familia
Like ba-ba-ba boom boom
Calling all beautiful creatures

Come this way celebrate
Laugh and dance all the way
Follow me sing along
La-la ba-ba boom boom

ps: pertama denger dan liat lagu ini, pengen nangis, saking indahnya mereka sebagai makhluk-makhluk ciptaan Allah.. :’)

#NulisRandom2015
Presley’a story was taken from National Geographic’s site here

Advertisements

2 thoughts on “#day9 – Rio: “birds of blue feather, have to stick together!”

  1. aaak suka yg Rio-2 banyak lagunya 👍 #eh

    Ooh tnyata mmg dlm khidupan asli spesies ini sdh langka & byk perdagangan ilegal?

    Tp Za di Rio-2 justru keluarga blue ktemu sm keluarga bsr si Jewel. Jd kesan yg aku tangkep msh byk di alam bebas spesies itu. Trus ditambah tnyata ada spesies nuri merah (Felipe), yg rebutan brazilian nuts. Jd ga langka2 amat lah.

    1. Mbak Dewi, yg di film itu hny versi optimis mbak, kenyataannya mah udah ngga ada sama sekali di alam bebas 😥

      Nah kalo spesiesnya si Felipe (scarlet macaw) itu mmg masih banyak populasinya di alam, statusnya paling aman..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s