#day12 – everybody wants to enter the heaven, but..

image
(source: gallery whatsapp)

(sesungguhnya kotak ide menulis sedang kosong sama sekali. Kosong, atau malah terlalu banyak isinya. Entahlah. Mari kita menulis random.)

Everybody wants to enter the heaven. Nobody wants to communicate it to God properly. (?)

Waa.. Last friday before ramadhan.. How d’ya feel? Are you ready?

Beberapa hari ini sudah latihan puasa dan ibadah lainnya, gimana evaluasinya? Gampang ngga ngejalanin target2nya? Sayangnya, ENGGAK. Dibilang sulit, wong targetnya yang ringan2 aja kok. Yang sulit itu ya mengalahkan keengganannya kan? Membuang jauh kemalasannya kan? Ngalahin si setan kan?

Sesungguhnya kita ini amat butuh pertolonganNya. Dalam hal menaklukkan diri kita sendiri pun, kita ngga mampu. Maka semoga doa ini lebih menjadi kekuatan yang menggerakkan..

“yaa hayyu yaa qayyum, bi rahmatika astaghits.. ashlih lii sya’ni kullah, wa laa takilni ilaa nafsi tharfata ‘ain..”, wahai Dzat yang Mahahidup lagi Mengurusi hambaNya, dengan rahmatMu aku memohon.. perbaikilah urusanku, dan janganlah Engkau serahkan urusanku pada diri ini, walau hanya sekejap mata..”

I can’t help much but saying that prayer is your weapon when facing any episode of your life. But the thing is, kitanya mau ngga sekadar lebih menundukkan kepala, lebih khusyuk, lebih serius, dan bisa jujur saat berdoa? Jujur kalo kita itu lemah. Jujur kalo kita itu sekarang masih blangsakan bener jadi manusia. Jujur kalo sebenernya kita pengen jadi hamba yang baik. Dan kita butuh pertolonganNya untuk itu.

Seringnya, kita merasa sudah baik. Kita udah shalat lima waktu, ngga pernah maksiat. Kita seneng tiap hari berangkat kerja, bangga pada diri sendiri yang keliatannya makin produktif. Tiap kemana pasti mampir dulu ke tempat makan yang blom dicoba.

Tapi apakah hubungan kita sama Allah hanya sebatas shalat & melakukan kebaikan? Apa kabar tilawah, apa kabar doa? Kalau mau bicara sama Allah, lewat doa. Kalau mau Allah bicara sama kita, lewat tilawah. Doa yang lama, tilawah yang lama. Resapi tiap perkataannya, cucuri air mata. Kalo ngga gitu, hati itu keraaaas bgt jadinya.. Kalo ngga gitu, hati susaah lembutnya..

Kalo orang belum bisa berkomunikasi sama Allah dengan baik, seluruh hidupnya bakal hampa. Kapan waktu terbaik buat bicara sama Allah? Pas tahajjud. Di sepertiga malam akhir. Tumpahin semua cerita permasalahan hidup. Berdoa minta terus ditunjukin jalan terbaik.

Orang yang udah bisa rutin tahajjud, bakal ngerasain bahwa hidupnya jadi lebih hidup. Lebih terarah. Trust me.

Selamat membangun hubungan dengan Allah lebih baik lagi.
***
This post is a very note to myself. And btw, i feel like ustadz YM is talking when i’m writing this. Lol.

#NulisRandom2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s