Not the end of era: tips ringan menjalani Ramadhan untuk yang datang bulan

image

Hari-hari pertama puasa tetiba haidh datang? Well, It’s not the end of era after all. Jangan dijadikan alasan untuk patah semangat, apalagi jadi minim amal shalih. Karena meski kita ngga bisa puasa, shalat, tarawih, dan–jika ada yang ambil pendapat ngga boleh-tilawah, masih banyak amalan yang bisa kita lakukan, dan ini di antaranya:

1. Meski ngga bisa shalat, kita bisa menjawab adzan
Mungkin ada di antara kita yang sering abai terhadap adzan, tidak menjawabnya dan malah terus melanjutkan ngobrol? Padahal kalo kita dengarkan adzan dengan hati, lalu kita resapi, rasanya haru. Renungi juga betapa sering kita abai dari adzan yang merupakan panggilan sayang dari Allah T_T inSyaAllah setelah ini, kita akan bisa lebih respek terhadap adzan.

2. Meski ngga bisa shalat, kita bisa berdoa di antara adzan dan iqamah
Ingat tentang Delapan Doa? Kita juga bisa mendoakannya di antara adzan-iqamah dari tiap panggilan shalat 5 waktu.

3. Meski ngga bisa shalat, kita bisa dzikir tasbih, tahmid, dan takbir
While the others praying, we could do dzikr.

4. Meski ngga bisa tilawah, kita bisa muraja’ah dan baca terjemah
Karena di Ramadhan, pahala tilawah yang dihitung adalah setiap kita membaca perhurufnya, bukan? Jadi jangan khawatir kalo muraja’ah ngga bakal nambah investasi pada target khataman kita, karena pada intinya pahalanya tetap ditentukan dari apa yang kita recite. Bukan hanya apa yang kita baca (literally).

Soal baca terjemah, selain itu kita juga bisa dalami lagi tafsir atau tadabbur. Dan jangan remehkan pahala tadabbur ayat ya. Jika dari mendalami makna suatu ayat yang sedikit dapat menambah pemahaman kita tentang hidup, it would be priceless. Karena Allah memberi petunjuk pada siapa yang Dia kehendaki. Semoga Allah memberi kita hikmah dan taufiq.

5. Meski ngga bisa puasa, kita bisa memberi orang lain makanan berbuka 🙂
Ini ngga perlu dijelasin lagi kan ya, pahalanya serupa T_T

6. Dan meski ngga bisa tarawih..
Muraja’ah, tadabbur (baca tafsir/buku lain), dzikir, doa.. Semua bisa kita lakukan dalam waktu kurang lebih 1,5 jam alokasi waktu shalat isya+tarawih. Namun butuh keseriusan dan kesungguhan tingkat tinggi untuk bisa melaksanakannya.

Wah, nyesel juga baru kepikiran dan ngepos ini sekarang. Well better late than never, right? Yang penting, terus jaga semangat Ramadhan kita. Karena perlahan ia akan meninggalkan kita tanpa kita sadari.

(ps. Galau-genre-tulisan detected. Ketauan bgt masih gampang kebawa arus genre bacaan nih saya, gara2 belakangan posting artikel dari productivemuslim. Yah, namanya juga random. Ckckck)

#NulisRandom2015 #day20

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s