MoMMee’s Highlights

Bergabung di grup ibu-ibu, ada banyak banget hal yang kami diskusikan. Beragamnya usia member grup & juga usia pernikahan yang mempengaruhi jam terbang pengalaman ngurus anak (dan rumah tangga) membuat setiap harinya selalu ada tanya-jawab yang manfaat diskusinya ngga hanya untuk penanya aja, tapi juga bagi semua member grup yang merasa butuh, apalagi new mom seperti saya. Ngga hanya tanya-jawab, cerita dan bahkan curcol2 pun bermunculan, yang kerennya, ibu-ibu di grup selalu saling memberi support satu sama lain. Yep, itulah grup whatsapp MoMMee.

Nah, pekan lalu, ada beberapa topik diskusi yang sayang kalo ngga didokumentasikan, karena buat saya pribadi itu jadi catatan penting banget. Inilah beberapa highlights diskusi kami:

1. Alergi
Kalau kita ada alergi terhadap makanan atau suatu kondisi tertentu, waspadai anak kita bisa mengalami alergi juga, walau bukan terhadap alergen yang sama. Dari pengalaman salah satu mommee, anaknya mengalami eksim, yang diketahui bahwa alergi si anak adalah karena faktor genetik. Anak dengan eksim ternyata dapat lebih mudah terkena penyakit lain yang berhubungan dengan kulit.

Apakah anak alergi harus dijauhkan total dari alergennya? Jika alergennya adalah makanan, sebenarnya si anak bisa dipapar makanan yg menjadi alergen secara perlahan sedikit demi sedikit, karena bagaimanapun nutrisinya dibutuhkan oleh si anak. Nanti perlahan tubuh anak juga akan membentuk antibodi dengan sendirinya.

Apakah alergi bisa dicegah? Menurut dokter, jika alerginya memang karena faktor genetik, akan amat sulit dicegah. Pencegahan yang bisa kita lakukan hanya kuat-kuat berdoa, dan orangtua juga harus menguatkan kesabaran.

2. Panduan menu sehat
Berawal dari pertanyaan seorang momme tentang bagaimana menaikkan berat badan anak yang stagnan, saya jadi terlibat duet curcol dengan seorang mommee lain yang punya semacam first world problem dengan saya: problem sulitnya naikin bb karena kami secara genetik memang sulit naikin bb. Haha. Intinya sih, makanan yang kita makan harus sesuai dengan kebutuhan kalori harian kita, yang mana nilainya bisa kita dapat dari hitung-hitungan kalori. Begitu pula untuk anak kita. Kebutuhan kalori batita rata-rata adalah 1000 kkal. Gimana kalo anaknya moody banget soal makan, kayak Ayuma? Menurut mommee partner curcol saya tadi, perlu diatur lagi pola pemberian makan, cemilan, dan jam tidur si anak. Nah.

Untuk contoh panduan menu sehat, bisa dilihat di choosemyplate.com.

3. Pentingnya vaksin MMR
Terkadang kabar duka menyelingi diskusi harian; teman dari seorang member mommee ‘kehilangan’ bayinya yang baru lahir, diduga karena sang ibu terinfeksi virus rubella saat masih mengandung.

Menurut salah satu dokter member mommee, virus rubella adalah salah satu jenis virus yang sulit diketahui symptom-nya. Berikut cerita sekaligus advice beliau, quote langsung dari chat:

[09:33, 16/08/2015] : rubella memang susah ya. ketemu orang demam yg blm jelas saja bs saja org itu rubella
kalau kerja di RS sangat disarankan vaksinasi
atau yg sering interaksi dgn anak kecil juga

[09:35, 16/08/2015] : kalau vaksin MMR ga boleh hamil 1 bulan ke depan. booster jarak sebulan jd kalau bs jangan hamil dalam 2 bulan sejak pertama vaksin.

[09:37, 16/08/2015] : temanku dokter, praktik hanya di klinik kadang2, kena rubella, anaknya langsung ketahuan tuli. untungnya krn orang berpunya, bisa segera implan koklea saat masih bayi. harganya hampir seharga mobil CRV.
tp tetap perlu terapi2. makanya aku segera ikhtiar dg vaksin MMR. kalau sedang hamil, banyak berdoa dan jaga daya tahan tubuh. insyaAllah..

Virus rubella ternyata amat beresiko menyebabkan kelainan pada janin. Sebagai ibu, ikhtiar yang bisa kita lakukan salah satunya adalah dengan vaksin MMR. Apa itu vaksin MMR? MMR adalah kombinasi vaksin untuk mumps (gondok), measles (campak), dan rubella. Selain vaksin, jaga imunitas tubuh dan jauhi sumber virus tersebut.

(tercerahkan: inSyaAllah saya sudah merencanakan akan vaksin MMR. How about you, momma?)

4. Waspada selalu: tabung gas dan kompor
Ada lagi kabar duka yang datang dari tetangga salah satu mommee yang rumahnya kebakaran karena tabung gas meledak. Disambung dengan cerita mommee lain yang pernah mengalami sendiri kejadian (hampir) serupa. Pelajaran yang bisa diambil, upayakan untuk lebih aware saat sedang memasak rebusan, semur daging, opor, sebisa mungkin tidak menyambi dengan urusan lain semisal menidurkan anak. Ini catatan besar buat saya. Hiks jazakillah mbak.

Sekian resume highlights pekan kemarin, phew pegel jugaa ngetiknya. Moga ada manfaat bagi pembaca ya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s