Superdad = The Cooperative Dad

image
source: smithsonianmag.com

Masih suka dengar keluhan ‘istri ngerjain semua kerjaan rumah’ sedangkan ‘suami sibuk bekerja’?

Well, while mungkin di luar sana masih ada cerita lama macam ini, tapi nampaknya jaman sudah mulai berubah. Bapak-bapak sudah mulai banyak yang sadar akan perannya sebagai kepala rumah tangga yang mana mengerjakan pekerjaan rumah tangga adalah termasuk salah satu derivatnya.

Entah karena faktor generasi Y, atau karena banyaknya paparan ilmu tentang keluarga plus parenting yang berseliweran di media sosial, atau bisa jadi karena istri yang rajin nge-tag artikel2 tersebut ke suami (hayo siapa yang suka kena tag artikel dari istri?), bapak jaman sekarang mulai turun ke dapur dan sekitarnya, yang mana dulu wilayah tersebut hanya dikuasai oleh istri. Malah boleh dibilang, bapak modern adalah bapak yang terampil masak, nyuci, ganti popok anak, dan perintilan tugas lainnya.

Kalau fenomena ini terjadi hanya di kalangan ikhwah aja, mungkin masih dianggap biasa ya, karena kan ceritanya memang mau nyontoh Rasulullah 😀 nah amazing-nya enggak, bapak-bapak muda gaul pun ngga sungkan untuk bantu istri (bukan bantu, tapi malah jadi pemeran utamanya) ngerjain tugas rumah tangga. Saya amazed sama seorang blogger yang cerita kalo semua pekerjaan rumah itu suaminya yang ngerjain, jadi si mbak ini ngurus anak to’. Ada lagi, ibunya salah satu anak daycare yang cerita kalo yang masakin menu makanan anaknya setiap hari untuk dibawa ke daycare adalah suaminya, mind you, padahal si anak sering moody kalo makan dan si bapak harus puter otak nyari dan buatin menu yang sekiranya si anak bakal doyan dan tetap bergizi. Dan you know what? Mereka mengerjakannya dengan amat sukarela. Dengan penuh suka cita.

Yep, keyword-nya adalah: kooperatif. Bagi mamah muda anak baru satu atau beberapa, terasa banget pasti betapa rempongnya mengurus anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Untuk menghadapi anak aja butuh kesabaran dan kewarasan tingkat tinggi, yang kadangkala baru setengah hari sudah mulai menipis. Belum tugas-tugas erte lainnya. Belum lagi kalau anak membuat rumah porak poranda. Maka kooperatifnya seorang bapak dibutuhkan sangat dalam kondisi seperti ini. Istri lagi repot apa, suami handle yang lain. Istri butuh dibantu apa, suami sigap menolong. Ohmai, dunia tenteram amat rasanya. Pasangan yang oke, pada akhirnya adalah pasangan yang kompak meng-handle semua tugas kerumahtanggaan. Bukan berarti juga semua dikerjain sama-sama, tapi dengan pembagian tugas, hidup akan terasa lebih ringan.

And guess who’s gonna proud with this kinda man? Of course the woman behind them 😉

Yes fathers, you don’t need to be a perfect father, you just need to be a superdad. Be cooperative!

(tulisan ini terinspirasi dari kebaikan-kebaikan bapake Yuma. Terima kasih tak hingga, mas LZ ^_^)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s