akhir hidup yang baik.

wp-1460662172877.jpeg

pernah dalam suatu kajian bertema membangun keluarga madani, seorang pembicara yang begitu kami hormati karena keberhasilannya mendidik generasi, menyampaikan satu hal kepada kami para peserta, yang membuat kami tertegun. “tak perlulah terlalu silau dengan kebaikan orang lain sampai kita terlalu berlebihan dalam puja-puji, karena sesungguhnya kebaikan seseorang itu finalnya terletak di akhir hidupnya; husnul khatimahkah ia, atau tidak.”

malam ini, saya kembali merenungi perkataan itu.

***

betapa terkejut kami siang itu, ketika tiba-tiba muncul kabar di grup whatsapp bahwa salah satu teman kami, dari farmasi’08 bernama Yoga Octa, sedang dirawat di salah satu rumah sakit di bogor, di ruang ICU, sakit typhus namun sudah komplikasi, dan dalam kondisi kritis. Allahu rabbi. enam huruf itu membuat saya bergidik. saya melangitkan doa banyak-banyak. hati saya menjadi begitu waspada akan kabar-kabar selanjutnya.

teman-teman kemudian merencanakan menjenguk. saya sendiri bersama husband, berencana menjenguknya keesokan paginya karena memang hanya waktu pagi yang cukup available.

tetapi takdir Allah berkata lain. jam 6 sore, kami mendapat kabar duka. bagai kilat menyambar. Agoy, nama sapaannya, telah dipanggil Allah untuk berpulang ke haribaanNya… belum sempat kami menjenguk, menyampaikan maaf–semua terjadi begitu cepat… apalagi salah satu teman yang sedang di RS mengabari bahwa keluarganya berencana membawanya langsung ke lampung malam itu juga. kami tak sempat lagi melihat Agoy untuk terakhir kalinya… Allahummaghfirlahu, ya Allah rahmati jiwanya, moga ia husnul khatimah, nafsul muthmainnah..

***

kami mengenalnya sebagai orang yang ceria, penolong, dan selalu bersemangat. saya ingat terakhir bertemu Agoy di pernikahan salah seorang teman, oktober 2015, ia menyapa lebih dulu, “apa kabar Za?”, ceria sebagaimana biasa. Agoy mengambil banyak peran strategis di kampus yang kebaikannya dirasakan oleh semua yang pernah mengenalnya. malam itu saya menengok akun facebooknya, melihat ucapan belasungkawa membanjiri dindingnya. Allah, ternyata begitu banyak orang yang bersaksi akan kebaikannya selama ia hidup di dunia, begitu banyak orang yang menyatakan ia sebagai pribadi terbaik. Allah, begitu banyak orang yang amat merasa kehilangan akan kepergiannya. atas begitu banyak kebaikan yang telah ia ciptakan semasa hidupnya, sekali lagi, kita semua sungguh berharap Allah mengaruniakannya husnul khatimah. dan untuk itu, kita patut iri.

mungkin Engkau sudah amat rindu ya Allah, sehingga Engkau memanggilnya untuk kembali kepadaMu begitu cepat, di usianya yang masih amat muda…

akhir 2014 lalu, Aulia telah lebih dulu berpulang. kini, Agoy. dua teman terbaik kami di lingkaran mipa, telah tiada, meninggalkan kami semua yang sejatinya tinggal menunggu giliran. semoga Allah mudahkan perjalanan menuju negeri akhirat untukmu berdua, kawan, dan semoga Allah perkenankan kita berkumpul kembali di surgaNya kelak..

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “akhir hidup yang baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s