mukhayyam: a side story

image
source: onemeteratatime.org

this is a sad side story of a wife being LDR with her husband for 3 days & 3 nights.

ketika 3 hari terasa bagai ratusan purnama..

Inilah kisah kita, sepasang insan yang hampir tak pernah berjarak sepanjang usia kebersamaannya. Aku yang selalu bersisian denganmu, tiba-tiba harus terpisah untuk beberapa waktu yang rasanya tak terterjemah.. Berat sungguh melepasmu, tapi akhirnya kulepas juga dengan sekutip doa; astaudi’ukallah.. kumenitipkanmu pada Sebaik-baik tempat menitip..

Malam berlalu, mulai terasa ada yang hilang dari keseharianku yang biasanya. Sunyi, sepi, meski kehadiran si cinta kecil selalu meramaiceriakan rumah kita. Seketika nafsu makanku berkurang, atau mungkin hilang. Hari berganti, dan segala tentangmu terus terputar di memori; kebiasaanmu, kebaikanmu mengerjakan tugas-tugas rumah tangga itu.. kemudian rindu menyergap. aku jadi sering terdiam sedang pikiranku terbang menujumu yang tengah di belantara hutan sana, dan mulai berprasangka yang bukan-bukan.. I guess right that we don’t know what we’ve got till it’s gone. Berjarak denganmu, membuatku jadi banyak dzikrul maut–aku takut kehilangan.. seketika itu aku terus melangitkan doa keselamatan untukmu.

Aku menghitung hari, yang terasa seperti ratusan purnama.. terpisah denganmu serta merta membawa segenap perasaanku, yang ingin kurangkai menjadi bait-bait puisi.. namun aku bukan Cinta yang pandai berpuisi bak pujangga. Kudekap erat saja si cinta kecil kita, mengajaknya ikut berdoa untuk sebuah penjagaan sempurna dariNya untukmu yang tengah berjuang di sana..

tiba hari yang dijanjikan, kupersiapkan hal-hal kecil tuk menyambut kepulanganmu; kuberdayakan semua bahan makanan yang ada. mataku sering mencuri tatap ke arah jam dinding. Menghitungi detik demi detik. Dan tepat setelah aku baru selesai memasak, itulah kamu mengetuk pintu. Yang langsung kusambut bisik dalam peluk, walau suaraku tercekat, “rasanya lama banget…” :’)

Kau tak tahu betapa leganya aku mendapatimu kembali di rumah. I thank God for keeping you safe and sound..

Memang berat terasa di awal untuk melepas keberangkatan belahan jiwa ke medan berat yang bahkan aku tak bisa bayangkan bagaimana. Tetapi untuk sebuah tempaan, pengalaman hidup yang begitu mahal harganya, serta hikmah akan kehidupan hakiki yang kau dapatkan di sana, itu semua worth it in the end. Menjadilah bekal untuk kehidupan kami selanjutnya, wahai hikmah di perjalanan..

Advertisements

2 thoughts on “mukhayyam: a side story

  1. Ironi nya, hari ini tepat 3 tahun saya menikah. Saya tidak pernah tinggal sama-sama lebih dari 3 minggu. Suka feels guilty kalau baca yang kaya gini teh. Too strong atau too insensitive… entah

    1. Ami.. don’t ever feel guilty for what fate you’re facing, dear. bukankah setiap orang sedang menjalani takdirnya masing-masing? dan bukankah Allah menguji hanya di batas kemampuan kita saja?

      yang dirimu sedang baca di blog post ini, adalah sisi yang tampak saja. tahukah sisi ujian yang orang lain hadapi? tidak berarti tida ada. ia hanya tidak tampak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s