when price tag is just a price tag

image

Of course i’m not a fashion geek. Saya tipe orang yang ngga akan membeli barang kecuali saat udah butuh banget, alias barang sebelumnya udah ngga bisa difungsikan dengan baik lagi. Salah duanya dalam hal sepatu dan tas. Jadi saya cuma punya satu macam, lalu barang itu dipake terus sampai (mendekati) rusak, baru cari gantinya deh. Don’t get me wrong, banyak ibu-ibu lain di luar sana yang ternyata bertipe sama *nyari temen* hehe

Akhir bulan lalu telah sampai pada masa di mana saya harus membeli kedua item tersebut. Sepatu lama sudah rusak, kalau tas karena memang butuh ransel (mau rihlah), atuhlah udah lama ngga ranselan, padahal jiwa saya ini jiwa anak gunung yang sukanya pake ransel. Hihi. Tanpa diduga, dua barang yang saya butuhkan, kedua-duanya sedang banting harga. Yang satu jadi setengah harga, satunya lagi hampir sepertiga harga. Berdoa agar memang jodoh, bismillah barang-barang itu saya bawa ke kasir..

So i was amazed, 2 barang yang kalau price tag-nya ditotal bisa sampai setengah jt itu hanya berharga ngga sampe setengahnya banget. Price tag tinggal price tag. Untuk orang yang tidak merutinkan belanja barang2 tersebut macam saya, ada diskon besar pas lagi butuh itu rejeki bgt. Jadi alhamdulillah semoga belibelinya berkah-manfaat. Pesan sponsor nih, bijak bgt hidup kita kalau kita membeli sesuatu bukan karena sekadar lagi trend, ikut-ikutan, apalagi untuk pamer. Be the wise one!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s