Rihlah ke Kampung Turis!

Kalau di Jakarta Timur ada Kampung Artis, di Karawang ada Kampung Turis. Masih asing dengan nama tersebut? Saya pon! *logat Upin & Ipin

Berhubung akhir April 2016 lalu adalah akhir satu periode tahsin di lembaga kami, maka guru-guru mencetuskan agenda rihlah pengajar. Asik banget kan! Sengaja kami pilih weekdays, karena awalnya destinasi awal kami adalah Dusun Bambu di Lembang, arah Bandung pasti macet ya kalo weekend. Namun karena pertimbangan lain, maka kami putuskan ke Kampung Turis di Karawang. Pokoknya tempat tujuan kami tuh yang ngga terlalu dekat tapi juga ngga terlalu jauh plus ngga mainstream. Cocok lah buat emak-emak yang ngga setiap saat bisa jalan-jalan. Itinerary-nya? Cuma makan-makan dan renang-renang! What, ada kolam renangnya?

Yep. Jadi Kampung Turis ini adalah objek wisata dengan konsep nuansa alam yang asri dan emang cocok untuk jadi destinasi liburan keluarga. Ada villa jika ingin menginap dan eksplor semua tempat dan wahananya, ada area outbound, flying fox, perahu bebek, taman kelinci, tapi yang paling cetar adalah: ada waterpark-nya brooh! Bukan sekadar kolam renang biasa. Pas banget karena Ayuma lagi senang-senangnya berenang. Ohya fyi, walau di Kampung Turis ada paket-paket wisatanya sendiri, ngga ngambil paket pun bisa kok. Lokasinya di daerah Pasar Loji, Karawang, dan udah available di Gmaps kalau kita perlu navigasinya. And the tickets are affordable, omg have i mention that? Monggo ceki-ceki web lain ya untuk lebih lengkapnya.

Maka hari Kamis 28 April, kami berangkat naik minibus yang standby sejak 6.30. Jam 7, bis kami sudah melaju. Karena Karawang masih terhitung dekat, husnuzhan saya kami bisa sampai maksimal dalam 3 jam perjalanan lah. Ternyata perjalanan ngga mulus-mulus amat XD karena kami sempat nyasar. Iya, ternyata Kampung Turis itu ada di ujuuungnya Karawang, masuk ke pelosok banget ulala.. Pantes ga sampe-sampe. Sepanjang jalan pun saya pusing dan m*nt*h sekali huhu, entah kenapa padahal udah sarapan. Sedang Ayuma tidur pulas sejak jam 8 hingga hampir sampai.

Jam 11 akhirnya kami sampai fiuhh! Tiba di parkiran yang mana langsung pintu masuk utama, kami disambut umbul-umbul kotak-kotak hitam putih khas Bali gitu. Jadi berasa turis beneran deh XD alhamdulillah pusing langsung hilang~

Begitu lewat pintu utama, langsung tercengang dengan landscape-nya. Lahan berkontur, kolam ikan besar dengan restoran berkonsep saung-saung kecil di pinggirnya, dan di sebelah kiri langsung bisa kelihatan waterpark yang super gorgeous. In love at the first sight. Dan yang paling kusuka adalah s.e.p.i banget alamak aku sukaa suasana yang jauh dari crowded kayak gini.

image
Saung dan kolam ikan

Karena sudah jam makan siang maka kami langsung menuju saung untuk istirahat sekaligus pesan makanan. Tak lama makanan datang, dan guess what? Ternyata bukan emaknya aja yang super excited dengan tempat ini, tapi Ayuma juga, dan sebagai anak kinestetik langsung lah Ayuma eksplor minta ditemenin jalan kesana kemari. Gawatnya, konsep di restoran ini tuh semacam dibuat nuansa air banget; jalan setapak tinggi dengan lebar kurang dari semeter trus kiri-kanan kolam ikan, tanpa pembatas apapun. Jadi kebayang ngerinya saya yaa setiap Ayuma keliling, ngga boleh lepas ngawasin sedikitpun. Mana tau kan kalo dia mikir semua kolam adalah kolam renang? Ntar dia nyebur. Beuh emaknya insecure banget sepanjang di sana. Hmm, for me, it’s a minus part of this place. Jadi ngga santai menikmati makanan plus pemandangan asri euy 😦 ngga recommended nih bagi yang punya batita untuk stay lama di restoran, langsung ke wahana lain, kali ya.

image
selfie dulu mumpung kuning-kuning

But, other than that, Kampung Turis is such a great place. Makanan seafood endeus, staf-stafnya tanggap, restoran dekat dengan musholla (yang juga floating di atas air), dan ada semacam headquarter (?) ya yang membuat staf bisa mengawasi seluruh area restoran dari tempat itu. Kami shalat jamak-qashar, dan setelah makan serta shalat selesai, kami langsung nyebuuur!~  ohya, alhamdulillahnya Ayuma tetap makan siang dengan lahap, saya bawain makanan yang paling simpel kesukaannya yaituu: telur urak arik dengan taburan abon. Yuhuu alhamdulillah Ayuma mau makan banyak, tapi belum sampe habis. Gapapa lah mudah-mudahan nanti sore dia mau makan lagi.

image
Ini waterpark-nya kalo dilihat dari dekat pintu utama. *sengaja pilih foto sepi dan efek dreamy. source: youtube.com

Lanjut yang tadi: nyebuuur!~ Ternyata Kampung Turis punya waterpark yang unbelievably bersih bangeeet dan juga banyak saung di kiri-kanannya. Apalagi saat itu sepi (plus tengah hari bolong juga kan, siapa yang mau gosong coba lol), jadi kolam serasa milik sendiri deh. Ngga ding ada beberapa orang lain plus anak-anak kecil. Untuk waterpark sekeren dan seterawat ini, ada yang bisa tebak berapa tiket masuknya? 20ribu sajah sodara-sodara. Wow wow, harga di kampung bgt kan. Ada beberapa kolam disana plus perosotan tinggi yang of korss saya ngga cobain. Ayuma renang dengan senaang, dipegangin sama mudiroh juga unbelievably anteng waaaa pinterr. Saya bawain biskuit untuk dia cemil di tepi kolam.

Ketika Ayuma sedang jalan di pinggir kolam dan saya lepas pandangan sedikit, uupss, dia terjatuh. Wajahnya tampak kaget dengan mata sebelah kanan terpejam, spontan ia nangis kejer. Yang awalnya saya kira itu jatuh biasa dan bisa ceria lagi saat diajak renang, ternyata tangisnya tak reda dan malah tambah kejer. Ada yang salah nih. Ternyata bagian bawah mata kanannya terbentur bebatuan kecil dan luka baret. Ya Allah, saya langsung membawanya naik dan meminta kotak P3K pada staf pengawas. Alhamdulillah staf sigap, saya langsung memberi betadine di lukanya. Ayuma menangis kesakitan. Setelah itu saya langsung mengambil peralatan mandi untuk membilas Ayuma. Sepanjang bilas Ayuma menangis 😦 *bunda sedih bgt nak, pengen nangis juga hiks

Selesai Ayuma bilas, ternyata yang lain pun sudah selesai bilas. Saat itu saya masih panik karena insiden tadi, plus bawaannya buru-buru karena bisa jadi Ayuma masih kesakitan. Tapi tanpa dimintai tolong, Mudiroh langsung mengambil alih Ayuma dan mengajaknya jalan-jalan lihat kelinci agar saya bisa segera bilas juga. She’s really a helpful person :’) Maka saya segera menuju tempat bilas. Ternyata walaupun biliknya banyak, entah kenapa saat itu hampir semua kran air mati. Hanya dua bilik yang krannya nyala. Wah saya tambah panik tapi mau bagaimana lagi. Setelah dapat giliran, saya bilas sekilat mungkin.

“Mbaak, Ayuma gimanaa, rewel ya..?”, tanya saya khawatir ke mudiroh sekembalinya saya ke saung.
“Engga, anteng koook, pinter..”, jawab beliau, mungkin heran dengan kekhawatiran saya yang agak over.

Saya cuma melongo (sekaligus haru!) lihat Ayuma beneran anteng di pangkuan beliau, lihat-lihat foto di hp beliau dan mainan gantungan kunci, sempet selfie juga pula. How can you be so lovely, mbak Mil, sampai Ayuma yang biasanya rewel pun bisa tenang di pelukanmu. Aura hafizhah emang beda yaa :”) Dan setelahnya Ayuma ngabisin sisa makan siangnya (yeaay bunda seneng & lega bgt!), dan saya ga mau kalah, ngabisin nasi di bakul plus gurame asam manis. Laper siiis.

image
Squad PTQA, Ayuma maunya lari-lari bundaa ga mau foto

Jam 4 kami berkemas lalu pulang setelah tak lupa foto-foto. Tamannya tertata rapiii dan indah bgt, instagrammable lah. Agendanya singkat yaa tapi ini aja udah seneng banget. Perjalanan pulang alhamdulillah lantjar jaya, dan sekitar jam 6 sore kami sampai di Depok. Saya pamit turun duluan, yang lain masih lanjut ke arah Lenteng. Husband jemput amat tepat waktu karena doi dikejar waktu juga, mau berangkat mukhayyam :’)

So that’s it, my review on Kampung Turis. Ini first review tempat soalnya, jadi mohon maaf kalo banyak campuran ceritanya ya, memang pengen saya dokumentasiin juga kisahnya. Kalo ditanya bakal balik ato ngga, mauu bgt tapi ga dalam waktu dekat! Hehe, karena agak trauma perjalanan. Mungkin nunggu Ayuma gedean lagi kali ya. Pokoknya Kampung Turis emang cocok banget buat destinasi liburan keluarga atau sama temen-temen, aseli, ga bakal nyesel! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s