Author: ezzadine

Kabar kematian yang menghentak 

source : grup WA Iluni
Kabar kematian yang menghentak. Begitu mengoyak kesadaran; sungguhkah kita telah menghayati ‘hidup untuk mempersiapkan kematian terbaik’? Sungguhkah dzikrul maut telah menjadi bagian dari keseharian kita? Benarkah telah terimplementasi iman pada qodho & qadar, yang berarti meyakini bahwa setiap saat bisa saja giliran kita?
Sampai kapan mau hidup bersantai, menunda amal kebaikan dan da’wah

Merasa masih muda, kesehatan masih prima, usia masih panjang

Padahal sudah amat sering kita dengar, kabar kematian datang dari tua-muda, sehat-sakit, tak kenal kondisi
Sampai kapan mau hidup mencari kesenangan dunia

Sedang porsi untuk akhirat amat sedikit dalam 24 jam hari kita, tilawah-murajaah di sisa waktu saja, shalat sunnah nanti saja, toh hanya sunnah
Kapankah kita bisa hidup berperan seutuhnya sebagai hamba

Tahu diri waktu-waktu di mana ada hak Allah untuk diibadahi

Siang untuk berkarya, malam untuk menjatuhkan diri sehinanya di hadapan Rabb semesta

Bertaubat atas dosa-dosa kecil, hatta lintasan hati dan prasangka

Menangis berdoa, meminta dijauhkan dari ‘adzab, meminta rahmat surgaNya

Mensucikan jiwa dalam shalat malam dan syahdu lantunan tilawah Quran

Menanti hingga fajar tiba…

Begitu seterusnya.

Sungguh kematian adalah hal yang paling patut kita persiapkan namun ia menjadi hal yang paling dilupakan

Maka semoga kabar kematian kali ini menyadarkan, wahai jiwa.. Semoga hati kita belum mati sebelum raga tak bernyawa.
(Selamat jalan ustadz Hilman Rosyad Shihab, walau bukan termasuk murid setianya, ku ingin turut memberi salam penghormatan terakhir bersama puluhan jamaah lain yang menyesaki masjid Nurussalam.. sungguh kami merasa amat kehilangan. Tapi semoga Allah telah siapkan tempat terbaik di sisiNya..)

Advertisements

si Hamster 

“aste ucu”, kata Ayuma

​”Hamsternya namanya siapa?” 

“Namanya Hamster.” 😅

Sejak awal bawa hamster ini pulang ke rumah yaitu tanggal 28 Oktober 2017, saya berusaha nyari nama yang cocok untuk si hamster ini. Merenung lama tapi kok belum dapet juga. Saat itu, Ayuma yang baru pertama kali lihat hamster belum tahu nama hewan ini, jadi setiap minta main sama hamster, dia selalu bilangnya ‘tikus’. Udah gitu dengan ‘bakat’ menyebut suatu kata dengan akronimnya, jadilah ia sebut ‘iskut’. (Amazing!) Sejak itu saya putuskan si hamster ngga usah punya nama dulu, agar melatih Ayuma untuk bisa bilang hamster.

Butuh sekian minggu untuk mengubah pendiriannya bahwa hewan ini tuh hamster dan bukan tikus (selama ini kekeuh banget bilang tikus terus), akhirnya ia luluh dan mulai terbiasa juga menyebut hamster, meski yang terlafal baru bisa ‘aste’. 

Sekian minggu lagi berlalu, singkat cerita Ayuma sudah bisa mengurai akronim ‘iskut’ menjadi ‘tikus’ #alhamdulillah. Mungkin karena ia senang akhirnya bisa melafalkan kata tikus dengan benar, sekarang ia panggil lagi si hamster dengan ‘tikus’. 😂 tak apalah, yang penting happy ya nak, nanti kita perbaiki lagi 😍

Jadi inilah si Hamster, sahabat setia Ayuma. Udah lama mau posting foto si hamster ini, baru kesampaian sekarang 😄

(Keep struggle dear, you’re doing great, i know we can make it together, biidznillah. I’m proud of every little progress you show..)

#30haribercerita #30HBC1807

One Great Invention: Mushola Truck!

Satu kata: keren.
Another awesomeness di event 3rd UI-IBF kemarin adalah adanya Mushola Truck. Jadi ceritanya saya dan Atif mau shalat zhuhur, nah tempat shalat yang disediakan panitia itu agak jauh yaitu di bawah gedung Annex, sedangkan kondisinya Atif bawa stroller jadi agak sulit menuju ke sana. Akhirnya kami mutusin untuk shalat di Mushola Truck yang lokasinya dekat pintu masuk UI-IBF. 

Mushala Truck ini adalah truk yang dijadikan tempat shalat, lengkap dengan karpet sajadah, alat shalat yang bersih serta air kran bersih untuk wudhu. Truk ini sudah diposisikan kemiringannya sesuai kiblat, jadi ngga bingung lagi soal arah kiblat. Impressed banget sama ‘mushola berjalan’ ini karena keren dan nyaman fasilitasnya, dan terbukti ngebantu orang yang mau shalat tapi sulit menjangkau bawah gedung Annex. 

Awalnya saya kira Mushola Truck ini disediakan oleh panitia juga sebagai alternatif tempat shalat, ternyata bukan lho. Yang nyediain mushola ini ternyata Resto Wong Solo (@wongsolo_resto), salah satu resto peserta stand kuliner UI-IBF. Kalo sedikit ngintip akun IGnya, resto ini termasuk yang terdepan membantu korban bencana banjir Bantul kemarin dengan menyalurkan ribuan paket makan, sembako, peralatan sekolah, serta truk mushola ini. Keren bgt 😭 Resto Wong Solo juga nyediain Mushola Truck di event besar yang biasanya kurang memperhatikan akses shalat. Kabarnya mushola mobile ini bisa disewa dan biayanya 0 rupiah alias gratis. Wow! 

Ide truk mushola aja udah out of box banget (meski ini bukan yang pertama, saya pernah lihat juga pas aksi Palestina kemarin), bikin truk mushola dananya ngga sedikit, udah gitu kalo yg ngadain semacam lembaga kemanusiaan itu udah umum ya, tapi ini resto gaes. Semoga berkah ya orang-orang dibalik Mushola Truck ini!

#30haribercerita 

#30HBC1805

Ice Jacket Challenge di UI Islamic Book Fair 2017

Ikutan truck freezer di event UI Islamic Book Fair di Balairung 🙂 seru!

#30haribercerita kali ini mau cerita tentang 3rd UI-IBF kemarin aja yaaa

Kami baru ke sana di dua hari terakhir, yaitu hari jumat dan sabtu 29 & 30 Desember. Di hari jumat unexpectedly ketemu sahabat-sahabat jaman di kampus, yaitu Atif dan Dyfi lengkap dengan krucils 😍

Selain hunting buku, mainan edukatif anak dan kulineran, di sana kami nyobain truck freezer-nya Ice Jacket Challenge. Ada yang pernah dengar? 

Ice Jacket Challenge adalah tantangan untuk merasakan bagaimana musim dingin di negeri Syam. Stand dari Aksi Cepat Tanggap (ACT @actforhumanity ) ini menyediakan simulasi kondisi pengungsi Suriah dan Palestina di musim dingin; ada yang berupa jaket es dengan virtual reality, dan ada yg berupa truck freezer. 

Kami masuk ke dalam truk berpendingin dengan setting camp pengungsian, kemudian di dalamnya kami diperlihatkan video keadaan pengungsi di sana. Mereka tinggal di tenda-tenda yang terbuat hanya dari kain, tidur juga beralaskan kain, dan setiap hari mereka harus pergi jauh membawa galon-galon menuju sumber air untuk kebutuhan minum, yang mana airnya juga tidak jernih dan bisa saja menyebabkan penyakit.

Dengan suhu di dalam truk yang di-setting 20-an derajat celcius dan saya udah kedinginan, ternyata masih jauh banget dengan kondisi asli di sana yang suhunya mencapai 10 derajat celcius. Bayangkan para pengungsi yang menghadapi kondisi tersebut setiap hari 😥

Saya ngga tau kalau di luar event macam ini, gimana caranya untuk bisa nyobain Ice Jacket Challenge. Kalo suatu hari temen2 liat truk ini, langsung deh cobain.

Salut sama ACT yang kreatif bikin campaign out of box kayak gini. Temen2 yuk donasi!

#30haribercerita

#30HBC1803

​Hidayah itu apa sih? Sebuah penjelasan mind-blowing 

image source : prophetpbuh.com

Menurutmu, apa itu hidayah? Sesuatu yang datangnya bisa jadi hanya sekali dalam hidup (dan ngga semua orang bisa dapat hidayah), yang kedatangannya akan mengubah cara pandang kehidupan, memperbaiki pemahaman terhadap Islam, yang memperbaiki perilaku sehari-hari menjadi lebih alim?
Bisa jadi demikian. 

Tapi mari simak penjelasan Ustadz Nouman Ali Khan tentang hidayah (petunjuk, guidance). Menurut beliau, in a very simple way, hidayah adalah diberinya kemampuan memilih opsi yang benar di antara 2 pilihan yang kita hadapi.

Setiap detiknya kita selalu dihadapkan dengan 2 opsi yang harus kita pilih. Saat adzan subuh, kita punya opsi untuk segera bangun atau tetap tidur. Saat melihat hal yang bukan hak kita, ada opsi untuk tetap menatap atau menundukkan pandangan. Saat dimarahi orangtua, ada opsi untuk membalas atau diam. Saat merasa pekerjaan kurang berkah, ada opsi untuk tetap bekerja demikian atau mencari yang lain. Saat teman mengajak hura-hura, ada opsi untuk bergabung atau menolak. Mind-blowing enough? Seumur-umur kenal kosakata hidayah, ngga pernah terpikir sampai ke sini.

Jadi menurut beliau hidayah adalah dikuatkannya seseorang oleh Allah untuk memilih pilihan yang benar di antara 2 pilihan. Benar menurut pandangan Allah ya, bukan menentukan standar sendiri. Dari mana kita bisa tau mana yang benar atau salah dalam pandangan Allah? Dari Al Quran. Kitab yang tiada keraguan padanya.

***

Dalam shalat di setiap duduk di antara dua sujud, ada bacaan doa “wahdinii” (dan tunjukilah aku). Yuk resapi lagi tiap baca doa ini.

#30haribercerita 

#30HDC1802