Om Telolet Om; Bahagia Itu Memang Sederhana!

Masih hangat yaa kemarin saat sedang viral-viralnya Om Telolet Om, rasanya seisi Indonesia turut bahagia melihat fenomena ini bisa mendunia dengan hal yang sederhana banget, yaitu ketika request Om Telolet Om anak-anak di pinggir jalan dibalas telolet oleh supir-supir bis besar, mulai dari yang singkat sampe panjang banget satu bait lagu hehe. Saya sendiri sekali-kalinya liat live bis telolet pas lagi mau berangkat ngajar, saat itu telolet belum viral, jadi ada bis gede melintas di jalan Akses UI dengan bunyi klakson super kenceng membunyikan not lagu ‘Abang-Abang Bakso’. Otomatis bis itu menyita perhatian orang-orang  banget. Dan apa yang dirasakan saat denger lagu itu? Lucu, dan senang 😀 Tapi postingan ini ngga membahas tentang telolet. Ini adalah postingan edisi pulang kampung akhir tahun 2016. jeng jengg

Jadi ceritanya, Alhamdulillah biidznillah kami jadi jugaa pulang kampung ke Jogjaa setelah sebelumnya maju-mundur, masyaAllah ternyata rizki dari Allah datang dari arah yang tak disangka-sangka. Senin malam tanggal 19 Desember, berangkatlah kami ke Jogja naik kereta Progo yang jadwalnya memang berangkat malam, jam 22.30. Sedikit cerita singkat, kami menuju Stasiun Pasar Senen dengan commuter line, dari yang dijadwalkan jam 19.30 molor jadi jam 20.30, karena husband sedang ngga fit.  Jadilah kami sampe di Stasiun Pasar Senen jam 22.00, yang setelah turun kereta, kami literally laaariii nyusurin lorong terowongan menuju jalur kereta Progo dengan tas di punggung dan saya menggendong Ayuma. Ya Allaaah rasanyaa. Saat lari saya mbayangin ibu-ibu di Aleppo, yang mungkin harus lari menggendong anaknya menghindar dari serangan rudal atau bahkan lari mencari pertolongan saat anaknya terluka T_T dengan semangat ibu-ibu Aleppo itu, saya lari sekuat tenaga, pokoknya harus cepet sampe dan duduk di kursi kami.. Alhamdulillah berhasil. Pfiuh ini pertama kalinya harus lari ngejar kereta ke Jogja, semoga yang terakhir..

Continue reading “Om Telolet Om; Bahagia Itu Memang Sederhana!”

Advertisements

Cinta Laki-Laki Biasa: sebuah refleksi

Cinta Laki-Laki Biasa (CLB) menceritakan tentang seorang pemuda biasa nan shalih bernama Rafli yang perlahan memiliki rasa pada perempuan cuek tapi rendah hati, pekerja keras, yang berasal dari keluarga kaya raya bernama Nania, yang saat itu sedang menjadi semacam trainee di tempat kerjanya.

Dan Rafli tahu bagaimana cara memuliakan wanita yang ia menaruh hati padanya; ia mengajaknya berta’aruf. Menurut Rafli, ketika seorang laki-laki mengajak perempuan berta’aruf, itu berarti laki-laki tersebut yakin bahwa perempuan tersebut tepat menjadi pendamping hidupnya. Saat ditanya mengapa Rafli mengajak Nania ta’aruf, ia menjawab karena keberadaan Nania memicunya untuk menjadi lebih baik. Dan ketika Nania ditanya mengapa ia memilih Rafli, ia menjawab karena Rafli membuat hatinya nyaman, dan faktor itulah menurutnya hal terpenting dalam membina sebuah hubungan. Kemudian mereka menikah, meski keluarga Nania masih setengah hati menerima Rafli menjadi bagian dari mereka. Karena Rafli terlalu ‘biasa’ untuk mereka.

Continue reading “Cinta Laki-Laki Biasa: sebuah refleksi”

Cinta Laki-Laki Biasa: sebuah review

Saya dan husband tergolong jarang nonton di bioskop. Dalam setahun bukan hanya bisa diitung jari berapa kali ke bioskop, tapi memang cuma sekali atau dua. Itu pun pakemnya ketat; harus nonton film yang Islami, karena misi kami memang mendukung film-film yang digarap oleh penggiat da’wah, agar film berkualitas bisa bersaing dengan film-film lain.

Sebenernya kami lagi nunggu banget film Ketika Mas Gagah Pergi 2 rilis, tapi sepertinya emang belum waktunya. Terus karena kemarin itu kecolongan ngga nonton Jilbab Traveler karena lagi ngga apdet dan akhirnya udah turun layar, maka kami mulai penasaran dengan film Cinta Laki-Laki Biasa.

Pagi itu dalam rutinitas scrolling timeline-nya husband, doi randomly menemukan review dari beberapa tokoh yang menyebutkan kalau film ini tuh ‘film terbaiknya Asma Nadia’. Wow. Is this movie really that good? Saya yang awalnya kurang minat langsung alert. Ditambah lihat video official soundtrack-nya yang penyanyinya adalah sang pemeran utama film itu sendiri. Yang pada saat itu saya belum tahu namanya (punten pisan abdi mah teu apdet tipi2an).

Continue reading “Cinta Laki-Laki Biasa: sebuah review”

Ayam Goreng Mentega

hqdefault
source: rasamasa.com

finallyyyy, breaking the boundary!

And it tasted super delicious i can’t believe i made it by my myself lol.

husband & daughter love it, i can’t be happier ❤

recipe is here

[transcript] The Job of A Muslim

person-walking
source: sahealth.sa.gov.au

What is the role of the da’i and how women can fulfill that role?

Our job is not to be da’i, our job is to be a muslim. Ibrahim ‘alaihissalam gave us this deen, the name of this deen and he said, “our Lord, and make us muslims (in submission) to you and from our desdcendants a muslim nation (in submission) to You.” (2:128)

Our role is to be a muslim. never lose that title. This is the title that we are proud of, everything else is a piece of this one tree. Everything else is a fruit of this one tree. Your job in life is not to be a da’i. Your job in life is to be a muslim.

Now, as a muslim, you have lots of responsibilities. Some responsibilities you absolutely have to fulfill every single day. As a parent, i have responsibilities to my child. I have responsibilities to my parents. I have responsibilities to Allah for salah. I have responsibilities of earning. I have these responsibilities everyday, and i have to fulfill them, and i have to try to do justice for all of them.

Continue reading “[transcript] The Job of A Muslim”