Tag: Alquran

Menyimak tilawah Uti

Meet Uti. Beliau adalah ibu dari murid tahsin saya; seorang dokter spesialis anak yang usianya tak jauh berbeda dari usia ibu saya (i call her ‘Ibu’ because she’s so kind and warm and everything). Jika dikira-kira, maka usia Uti saat ini sekitar hampir 80 tahun. Surprisingly, Uti masih tampak sangat sehat, beliau tinggal di Surabaya, namun sering sekali berkunjung dan stay di Depok. Fisiknya masih sangat mendukung untuk beliau wara-wiri, masyaAllah.

Pekan lalu ketika jadwal mengajar di rumah Ibu A, untuk kesekian kalinya saya berkesempatan untuk menyimak bacaan quran Uti. Saat itu, Uti sedang membaca surat Al Anbiya, surat ke-21, dengan Alquran Indonesianya yang setia menemani. Seperti biasa, Uti sangat teliti, panjang-pendeknya tak ada yang terlewat, mad bendera juga tertib, dan makhrajnya tepat. Dan ketika sampai di ayat 69:
Continue reading “Menyimak tilawah Uti”

Advertisements

Juz 4 – Bagaimana Mendapatkan Kebaikan dari Allah [brieftadabbur]

🍃Brief Tadabbur of the Quran – 1 juz a day with Ust. Nouman Ali Khan🍃

Juz 4 – Bagaimana Mendapatkan Kebaikan dari Allah

“kamu tidak akan memperoleh kebaikan sampai kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai…”

(QS.Ali ‘Imran [3]: 92)

Perjalanan hidup di dunia ini seperti kita mengarungi lautan yang luas dengan perahu kecil. Kita mungkin berpikir harus memasok perahu dengan muatan yang banyak agar aman dan selamat sampai di tujuan. Tetapi ketika kita terombang-ambing di lautan, perahu mulai bocor, apa yang akan kita lakukan? Kita akan mengurangi kelebihan beban dalam perahu agar sesegera mungkin sampai di daratan terdekat. Allah berpesan melalui ayat ini bahwa jika kamu ingin selamat dalam perjalanan ini, kamu harus bisa melepaskan sesuatu yang amat kamu sukai, jika kamu memang ingin mendapatkan kebaikan.

Juz 2 – Do You Worship Ramadan or Allah? [brieftadabbur]

🍃Brief Tadabbur of the Quran – 1 juz a day with Ust. Nouman Ali Khan🍃

Juz 2⃣ – Do You Worship Ramadan or Allah?

“…hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.”

(QS.Al Baqarah [2]: 185)

Buah termanis yang bisa kita petik dari Ramadhan adalah bahwa kita telah mampu menjadikan Allah sebagai prioritas dalam hidup, di atas segalanya. Allah berfirman agar kita menggenapkan bilangan 30 hari berpuasa, karena 30 hari adalah waktu yang cukup untuk membentuk karakter baik; kesadaran akan pengawasan dariNya di setiap aktivitas. Jika kita mampu menahan diri dari yang halal, maka akan lebih mudah lagi bagi kita menahan diri dari yang haram.

Maka ketika idul fithri, kita diperintahkan mengagungkan namaNya atas petunjuk yang Allah berikan berupa kemampuan memprioritaskanNya, dan agar kita bersyukur atas karunia tersebut, di saat manusia lain banyak lalai.