Tag: etcetera

Cinta Laki-Laki Biasa: sebuah refleksi

Cinta Laki-Laki Biasa (CLB) menceritakan tentang seorang pemuda biasa nan shalih bernama Rafli yang perlahan memiliki rasa pada perempuan cuek tapi rendah hati, pekerja keras, yang berasal dari keluarga kaya raya bernama Nania, yang saat itu sedang menjadi semacam trainee di tempat kerjanya.

Dan Rafli tahu bagaimana cara memuliakan wanita yang ia menaruh hati padanya; ia mengajaknya berta’aruf. Menurut Rafli, ketika seorang laki-laki mengajak perempuan berta’aruf, itu berarti laki-laki tersebut yakin bahwa perempuan tersebut tepat menjadi pendamping hidupnya. Saat ditanya mengapa Rafli mengajak Nania ta’aruf, ia menjawab karena keberadaan Nania memicunya untuk menjadi lebih baik. Dan ketika Nania ditanya mengapa ia memilih Rafli, ia menjawab karena Rafli membuat hatinya nyaman, dan faktor itulah menurutnya hal terpenting dalam membina sebuah hubungan. Kemudian mereka menikah, meski keluarga Nania masih setengah hati menerima Rafli menjadi bagian dari mereka. Karena Rafli terlalu ‘biasa’ untuk mereka.

Continue reading “Cinta Laki-Laki Biasa: sebuah refleksi”

Advertisements

Cinta Laki-Laki Biasa: sebuah review

Saya dan husband tergolong jarang nonton di bioskop. Dalam setahun bukan hanya bisa diitung jari berapa kali ke bioskop, tapi memang cuma sekali atau dua. Itu pun pakemnya ketat; harus nonton film yang Islami, karena misi kami memang mendukung film-film yang digarap oleh penggiat da’wah, agar film berkualitas bisa bersaing dengan film-film lain.

Sebenernya kami lagi nunggu banget film Ketika Mas Gagah Pergi 2 rilis, tapi sepertinya emang belum waktunya. Terus karena kemarin itu kecolongan ngga nonton Jilbab Traveler karena lagi ngga apdet dan akhirnya udah turun layar, maka kami mulai penasaran dengan film Cinta Laki-Laki Biasa.

Pagi itu dalam rutinitas scrolling timeline-nya husband, doi randomly menemukan review dari beberapa tokoh yang menyebutkan kalau film ini tuh ‘film terbaiknya Asma Nadia’. Wow. Is this movie really that good? Saya yang awalnya kurang minat langsung alert. Ditambah lihat video official soundtrack-nya yang penyanyinya adalah sang pemeran utama film itu sendiri. Yang pada saat itu saya belum tahu namanya (punten pisan abdi mah teu apdet tipi2an).

Continue reading “Cinta Laki-Laki Biasa: sebuah review”

Ruh-Ruh yang Bersatu Padu

“Al arwahu junudun mujannadah.”

“Ruh-ruh itu seperti tentara yang berbaris padu. Apabila mereka saling mengenal maka akan saling bersatu, dan apabila saling berbeda maka akan tercerai-berai.”

Semoga engkau atau siapapun di luar sana tak perlu lagi bertanya, siapa yang menggerakkan massa sedemikian banyaknya untuk turun ke jalan besok.

Karena kami yang zhahirnya tidak saling mengenal ini, ruhnya telah lebih dulu bersatu, sehingga tergeraklah diri untuk menyatukan diri dalam barisan di hari jumat nan diberkahi.

Kau, adakah ruhmu jua bersatu padu?

#AksiDamai411