Category: thoughts

Penting Ngga Penting: Tata Bahasa dan Krama dalam Interaksi Maya

Jaman dahulu, interaksi maya via sms dilakukan dengan singkat, padat, dan jelas. Iya, karena dulu tarif sms masih amat mahal (pernah 500 rupiah kalo ga salah). Saking iritnya sampe2 kalau ngetiknya udah lebih dari 160 karakter, harus ekstrim nyingkat2, maksa spy muat&sms ckp dkirim dlm 1x krm aj. Haha, kalah deh teks proklamasi.

Selain singkat, nadanya juga tegas2. Apalagi kalo yg di-sms lawan jenis, sesama pengurus rohis. Itu sms dibikin setegas mungkin biar ngga terkesan mendayu-dayu, biar penerimanya ngga misinterpretasi, menghindari fitnah sebisa mungkin. Nah itulah saya. Wkwk. Dulu standar texting saya singkat, tegas, sebisa mungkin tata kalimatnya baik jadi mudah dipahami, punctuation tepat pada tempatnya, ga boleh pake emoticon smiley kalo ke ikhwan! dan pake huruf kapital untuk huruf pertama penyebutan nama (tapi ngga berlaku untuk penyebutan tempat dan nama diri saya sendiri, entah mengapa, standar ganda ckck).

Continue reading “Penting Ngga Penting: Tata Bahasa dan Krama dalam Interaksi Maya”

Advertisements

#NikahMuda dan tentang menjaga kesucian diri

seruan #NikahMuda yg dilakukan banyak orang di sosmed saat ini, tentu ngga asal seruan: ayo buruan nikah thok. Ngga ada orang yang ngomporin nikah muda dan bilang, ‘ga usah mikirin kesiapannya!’, we all know the consequences. dibalik seruan #NikahMuda, pada akhirnya adalah tentang seruan ‘ayo perbaiki diri terus!’, sehingga anak muda termotivasi cari bekal kebaikan yg banyak sebelum menikah nanti, dan ngga terpikir mencari ‘alternatif’ yang sebenarnya ngga ada dalam daftar opsi. IYKWIM

Continue reading “#NikahMuda dan tentang menjaga kesucian diri”

Dua Pilihan, Satu #Sikap untuk Vaksinasi

image
source: pfizer

Selalu ada 2 pilihan bagi tiap ibu, yg dengan kondisi yg berbeda-beda, masing-masing dapat memilih yang terbaik yg sesuai dengan kondisinya. lahiran normal atau caesar, working mom atau stay at home mom, asi eksklusif atau sufor, mpasi instan atau homemade, mpasi ikut WHO atau FC, BLW atau spoonfeeding, tapi ada satu yang tak bisa disandingkan dengan hal-hal pilihan di atas: ialah vaksin atau tidak. vaksin itu baik, vaksin itu jelas manfaat, vaksin itu halal, vaksin itu dianjurkan, vaksin itu mencegah banyak keburukan. menjadi antivaksin tanpa ilmu yang benar adalah bentuk abai orangtua terhadap kesehatan anak. kalau anak sudah sakit, tiada yang paling menyesal selain ibunya. dan, sudah banyak di luar sana suara-suara penyesalan para ibu yang tiada daya melihat anaknya sakit parah, berharap adanya keajaiban.

sadar vaksin dari sekarang. cari lagi informasi yang benar, jangan mudah termakan hoax, apalagi hoax jaman dulu. salam Pekan Imunisasi Nasional ๐Ÿ™‚

Be their very best friend.

kita tengah memikirkan sebuah desain kehidupan. ketika berbicara tentang anak, banyak sekali cabang-cabang pikiran yang berkelebat di kepala kita. persiapan sejak masih di dalam kandungan, kemudian proses kelahiran, kesehatan, pendidikan mereka hingga kuliah.. semuanya kita pastikan agar dapat terencana dengan rapi, presisi. seakan masa depan kita, semua adalah tentang masa depan anak.
Continue reading “Be their very best friend.”

Superdad = The Cooperative Dad

image
source: smithsonianmag.com

Masih suka dengar keluhan ‘istri ngerjain semua kerjaan rumah’ sedangkan ‘suami sibuk bekerja’?

Well, while mungkin di luar sana masih ada cerita lama macam ini, tapi nampaknya jaman sudah mulai berubah. Bapak-bapak sudah mulai banyak yang sadar akan perannya sebagai kepala rumah tangga yang mana mengerjakan pekerjaan rumah tangga adalah termasuk salah satu derivatnya.
Continue reading “Superdad = The Cooperative Dad”