Tag: love

It’s All Because of Aisha

salah satu teaser dari akun Instagram @filmaac2

​To be honest, I’ve been following @filmaac2 (akun official film Ayat-Ayat Cinta 2) months before it released, it was my most anticipated movie this year. Saya ikutin teaser, trailer, sampe nyimak salah satu video interview khusus dengan Pak Manoj Punjabi sang produser tentang betapa beliau se-passionate itu menggarap film ini (quite a lot of surprising informations there).

Setelah berhasil nonton sepekan setelah tayang perdananya (ngga berani nonton hari pertama karena ngga kebayang antriannya kayak apa), here’s my highlights :

1. Betapa Aisha begitu penting dalam kehidupan Fahri, she’s his partner of life, his real inspiration. Aisha ada dibalik keputusan-keputusan Fahri hingga saat ini, meski Aisha telah hilang selama 7 tahun ketika ia tengah meliput wilayah konflik Gaza, Palestina.

Fahri punya banyak bisnis, itu warisan Aisha dan Fahri hanya melanjutkan amanah istrinya itu.

Fahri bertetangga dengan orang2 yang beragam latar agamanya, itu adalah permintaan Aisha agar Fahri merasa seperti di kampung halamannya yang tetap ‘unity in diversity’.

Fahri tak tanggung-tanggung menolong tetangga terdekatnya yang membutuhkan, itu karena ia benar-benar berharap akan menjadi wasilah ditemukannya Aisha, atau jika Aisha memang telah tiada, ia berdoa agar itu dihitung sebagai kebaikannya Aisha.

Ada scene di mana Fahri memberi sedikit uang pada pedagang perempuan bercadar yang barang dagangannya baru saja dicuri, ia kemudian berkata, “please pray for my wife; Aisha”. See how he still desperately hope that his wife will come back someday? See how he still remembering her in every step he take? di scene ini aja udah maunangis.

*to be continued

#30haribercerita

Advertisements

teman hidup

image

…tetaplah bersamaku, jadi teman hidupku…

Saling bercerita, bertukar pikiran–juga emosi, mengutarakan mimpi, adalah hal yang paling saya sukai untuk saya habiskan waktu bersama husband. Dan lamanya diskusi malam ini membu
at saya merasa begiitu dekat dengannya, more likely a bestfriend (sahabat), i guess. Baru kali ini ngerasa sobatan banget gitu sama doi, and i amazed. Ya Allah, indah betul rasanya punya sahabat seperti ini, terima kasih karena Engkau tumbuhkan rasa nyaman di antara kami..

Continue reading “teman hidup”

the sweetest things..

the sweetest thing adalah, saat bundanya lagi sakit dan hanya bisa berbaring di tempat tidur, Ayuma menemani tidur lama sekali tanpa rewel, seolah ingin menemani ibunya, dan tak ingin membuat bunda–yg sedang amat sangat lemas krn dehidrasi–kerepotan..

the sweetest thing adalah, ketika husband merawatmu, bolak balik pergi keluar membelikan obat dan semua keperluanmu, dan mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga dengan sangat keren..

terima kasih..

image

karunia terbesar…

Malam ini. Masih di hari raya–hari tasyriq. Seketika memoriku memutar singkat segala kebaikan yang pernah ia lakukan selama hampir 2 tahun kami hidup bersama. Kutatap lekat wajahnya,  kemudian membisik, “terima kasih, dirimu benar-benar seorang lelaki yang paling baik kepada istrimu, dan keluargamu, mas…”. Kupeluk tubuhnya erat.

“Allahumma aamiin…”, jawabmu, menahan haru. Ada yang menggenang di pelupuk matamu. Pun di pelupukku. Betapa lembut hatimu..

(di hari raya ini–yang kita diperintah untuk berbahagia, spesial sekali rasanya mengucap kalimat tadi padanya. Terima kasih Allah, atas karunia terbesar dalam hidup bernama suami…)