Tag: NAK

​Hidayah itu apa sih? Sebuah penjelasan mind-blowing 

image source : prophetpbuh.com

Menurutmu, apa itu hidayah? Sesuatu yang datangnya bisa jadi hanya sekali dalam hidup (dan ngga semua orang bisa dapat hidayah), yang kedatangannya akan mengubah cara pandang kehidupan, memperbaiki pemahaman terhadap Islam, yang memperbaiki perilaku sehari-hari menjadi lebih alim?
Bisa jadi demikian. 

Tapi mari simak penjelasan Ustadz Nouman Ali Khan tentang hidayah (petunjuk, guidance). Menurut beliau, in a very simple way, hidayah adalah diberinya kemampuan memilih opsi yang benar di antara 2 pilihan yang kita hadapi.

Setiap detiknya kita selalu dihadapkan dengan 2 opsi yang harus kita pilih. Saat adzan subuh, kita punya opsi untuk segera bangun atau tetap tidur. Saat melihat hal yang bukan hak kita, ada opsi untuk tetap menatap atau menundukkan pandangan. Saat dimarahi orangtua, ada opsi untuk membalas atau diam. Saat merasa pekerjaan kurang berkah, ada opsi untuk tetap bekerja demikian atau mencari yang lain. Saat teman mengajak hura-hura, ada opsi untuk bergabung atau menolak. Mind-blowing enough? Seumur-umur kenal kosakata hidayah, ngga pernah terpikir sampai ke sini.

Jadi menurut beliau hidayah adalah dikuatkannya seseorang oleh Allah untuk memilih pilihan yang benar di antara 2 pilihan. Benar menurut pandangan Allah ya, bukan menentukan standar sendiri. Dari mana kita bisa tau mana yang benar atau salah dalam pandangan Allah? Dari Al Quran. Kitab yang tiada keraguan padanya.

***

Dalam shalat di setiap duduk di antara dua sujud, ada bacaan doa “wahdinii” (dan tunjukilah aku). Yuk resapi lagi tiap baca doa ini.

#30haribercerita 

#30HDC1802

Advertisements

[transcript] The Job of A Muslim

person-walking
source: sahealth.sa.gov.au

What is the role of the da’i and how women can fulfill that role?

Our job is not to be da’i, our job is to be a muslim. Ibrahim ‘alaihissalam gave us this deen, the name of this deen and he said, “our Lord, and make us muslims (in submission) to you and from our desdcendants a muslim nation (in submission) to You.” (2:128)

Our role is to be a muslim. never lose that title. This is the title that we are proud of, everything else is a piece of this one tree. Everything else is a fruit of this one tree. Your job in life is not to be a da’i. Your job in life is to be a muslim.

Now, as a muslim, you have lots of responsibilities. Some responsibilities you absolutely have to fulfill every single day. As a parent, i have responsibilities to my child. I have responsibilities to my parents. I have responsibilities to Allah for salah. I have responsibilities of earning. I have these responsibilities everyday, and i have to fulfill them, and i have to try to do justice for all of them.

Continue reading “[transcript] The Job of A Muslim”

Juz 8 – Menghormati Orangtua

🍃Brief Tadabbur of the Quran – 1 juz a day with Ust. Nouman Ali Khan🍃

Juz 8 – Menghormati Orangtua

“Katakanlah (Muhammad), ‘marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu. Jangan mempersekutukannya dengan apapun, berbuat baik kepada kedua orangtua, …”

(QS.Al An’am [6]: 151)

Pada ayat ini, Rasulullah diperintahkan untuk menyampaikan daftar hal yang diharamkan oleh Allah. Namun yang membuat garuk kepala, di tengahnya terselip perintah berbuat baik kepada orangtua (???) Di balik ini ternyata ada hikmah yang membuat ayat ini sangat kuat: apapun hal yang BUKAN terbaik untuk orangtuamu, lebih baik kamu tak melakukannya. Tidak ada perintah lain dalam Islam dimana kita harus melakukan yang terbaik agar ibadah kita diterima, yang bila kita tak melakukan yang terbaik maka kita akan berdosa, kecuali perintah tentang orangtua. Ayat ini menerangkan apa saja yang tidak boleh dilakukan. Namun jika berkaitan dengan orangtua, berikan yang TERBAIK.

Juz 7 – Kebaikan vs Keburukan

🍃Brief Tadabbur of the Quran – 1 juz a day with Ust. Nouman Ali Khan🍃

Juz 7 – Kebaikan vs Keburukan

“Katakanlah (Muhammad), ‘tidaklah sama keburukan dengan kebaikan meskipun banyaknya keburukan itu menarik hatimu, maka bertaqwalah kepada Allah wahai orang-orang yang memiliki akal sehat, agar kamu beruntung.”

(QS.Al Maidah [5]: 100)

Keburukan tidak sama dengan kebaikan. Di masa ini, norma masyarakat punya standar sendiri tentang apa yang bisa diterima dan tidak, tetapi beberapa tahun ke depan, standar tersebut bisa jauh berubah. Maka Rasulullah telah diberi kuasa oleh Allah untuk menentukan batasan standarnya. Walau kelak kita akan lihat keburukan ada di mana-mana, ketika keburukan menjadi begitu biasa dan dapat diterima, bahkan banyak teman kita ikut melakukannya, kita patut ingat bahwa keburukan tak akan pernah sama dengan kebaikan.

Siapakah yang dapat menyadari hal tersebut? Merekalah orang bertaqwa; yang pikirannya jernih, tidak terkotori pengaruh budaya dan berbagai propaganda yang gencar, serta ulil albab; yang berpikir terbuka dan dalam, tidak mudah mengekor. Jangan mengira apa yang banyak dilakukan orang selalu baik dan mendatangkan keberuntungan, tetapi bedakanlah kebaikan dan keburukan, agar kita beruntung.

Juz 6 – Allah Tidak Ingin Menghukummu

🍃Brief Tadabbur of the Quran – 1 juz a day with Ust. Nouman Ali Khan🍃

Juz 6 – Allah Tidak Ingin Menghukummu

“Allah tidak ingin menyiksamu jika kamu bersyukur dan beriman. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.”

(QS.An Nisaa’ [4]: 147)

Melalui ayat ini, Allah ingin menyampaikan pada orang-orang yang terbenam dalam dosa, yang berpikir Allah tidak akan mengampuninya, bahwa; Allah tidak ingin memberi hukuman, jika saja kamu sedikit bersyukur. Jika saja kamu mengingat-ingat segala kebaikan yang telah Allah lakukan padamu untuk disyukuri. Jika saja kamu memiliki sedikit saja keyakinan padaNya. Allah tidak menciptakanmu untuk menghukummu, tetapi Allah menciptakanmu untuk menunjukkan padamu cinta kasih sayangNya. Dan Allah Maha Mensyukuri–Allah mengapresiasi setiap kesyukuran dan keberimanan kita, walaupun sedikit.